Tampil di Ajang Nasional, Duta Bahasa Sultra 2026 Bawa Budaya Wakatobi dan Tolaki

Nasional – Duta Bahasa (Dubas) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026, Nurhalisa dan Reski Miftahul Royan, membawa kekayaan budaya Wakatobi dan Tolaki saat mewakili daerah dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional pada 14 – 18 September 2026 di Jakarta.
Nurhalisa yang merupakan mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terpilih sebagai Terbaik I Duta Bahasa Putri Sultra 2026. Sementara Reski Miftahul Royan putra terbaik Wakatobi itu menjadi Terbaik I Duta Bahasa Putra Sultra 2026.
Pembina IKA Duta Bahasa Sultra, Dwi Pratiwi S. Husba, mengatakan latar belakang budaya keduanya menjadi salah satu kekhasan yang akan dibawa ke tingkat nasional.
Menurut Dwi, Nurhalisa dan Reski memiliki latar belakang budaya dan pengalaman yang berbeda. Nurhalisa membawa latar budaya Tolaki, sedangkan Reski memiliki latar budaya Wakatobi.
“Yang tak kalah penting adalah latar belakang budaya yang mereka miliki dapat menjadi kekhasan mereka di kancah nasional, khususnya budaya Wakatobi dan Tolaki,” kata Dwi kepada Kendariinfo, Kamis (17/9/2026).
Perbedaan tersebut tidak menjadi kendala selama proses persiapan. Keduanya justru diberikan ruang untuk saling belajar karena memiliki pengalaman dan latar pendidikan yang berbeda.
Selama sekitar 3,5 bulan, Balai Bahasa dan IKA Duta Bahasa Sultra memberikan materi dan tugas yang sama kepada keduanya sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Pembinaan tersebut mencakup penulisan esai dan krida, wicara publik, kemampuan bahasa asing, hingga diskusi bersama alumni IKA Duta Bahasa Sultra.
Materi itu juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman keduanya mengenai kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan Sultra.
Selain membawa unsur budaya daerah, Nurhalisa dan Reski juga akan menunjukkan implementasi krida kebahasaan yang selama ini dijalankan Duta Bahasa Sultra.
Dwi menjelaskan salah satu program tersebut menyasar mahasiswa asing di Kota Kendari yang sedang menempuh pendidikan di IAIN. Program itu mengusung penginternasionalan bahasa Indonesia, tetapi tetap mempertahankan unsur pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Kemampuan bahasa asing yang dimiliki keduanya digunakan sebagai jembatan komunikasi dengan mahasiswa asing yang menjadi sasaran program.
“Krida kebahasaan yang dilaksanakan oleh Duta Bahasa Sultra telah memuat unsur trigatra bangun bahasa,” ujarnya.
Nurhalisa dan Reski dijadwalkan tampil dalam malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 di Aula Kemendikdasmen pada Jumat (18/9) malam.





