Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

SiLPA Rp235 Miliar Jadi Penopang Perubahan APBD Sultra 2026

SiLPA Rp235 Miliar Jadi Penopang Perubahan APBD Sultra 2026
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (kiri) menyerahkan dokumen Raperda tentang Perubahan APBD Sultra 2026 kepada Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala. Foto: Dok. PPID Sultra. (22/9/2026).

Kendari – Penerimaan pembiayaan dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun Anggaran 2026 melonjak menjadi Rp235,40 miliar. Kenaikan itu ditopang oleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menyampaikan hal tersebut saat menyerahkan dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Sultra 2026 dalam rapat paripurna DPRD Sultra, Selasa (22/9/2026) malam.

Dalam rancangan tersebut, penerimaan pembiayaan daerah meningkat Rp165,67 miliar, dari sebelumnya Rp69,73 miliar menjadi Rp235,40 miliar. Dana itu berasal dari SiLPA tahun sebelumnya dan akan digunakan untuk menutup kebutuhan anggaran pada perubahan APBD 2026.

Selain pembiayaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra juga menaikkan target pendapatan daerah dari Rp4,06 triliun menjadi Rp4,56 triliun atau bertambah sekitar Rp505 miliar. Kenaikan tersebut antara lain berasal dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer pemerintah pusat.

Sementara itu, total belanja daerah ikut meningkat dari Rp4,07 triliun menjadi Rp4,74 triliun atau naik Rp671,12 miliar. Tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja operasi dan belanja modal guna mendukung program pembangunan daerah.

Andi Sumangerukka mengatakan perubahan APBD dilakukan karena adanya penyesuaian penerimaan dan belanja negara yang berdampak pada struktur APBD Sultra.

“Perubahan APBD Tahun 2026 diharapkan dapat fokus pada penyelesaian pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sultra,” kata Andi dikutip dari laman PPID Sultra.

Ia menegaskan perubahan anggaran juga diarahkan untuk mendukung target pembangunan nasional dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra 2026, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan berbasis agromaritim.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten