Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Kelompok Pria Kendari Diduga Tipu Pembayaran di Minimarket Pakai QRIS, Modus Discan Lewat Teman

Kelompok Pria Kendari Diduga Tipu Pembayaran di Minimarket Pakai QRIS, Modus Discan Lewat Teman
Terduga pelaku melakukan pembayaran dengan memperlihatkan bukti pembayaran palsu di kasir Toko Distro Mart, Jalan Supu Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Sekelompok pria diduga melakukan penipuan pembayaran saat berbelanja di Minimarket Toko Distro Mart, Jalan Supu Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi tersebut diduga dilakukan dengan modus menunjukkan bukti pembayaran melalui QRIS Dana yang ternyata merupakan bukti transaksi palsu atau telah diedit.

Admin Toko Distro Mart, Fitrah, mengatakan aksi tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni 24 hingga 26 September 2026. Para pelaku yang datang berbelanja disebut berbeda-beda, namun pihak toko menduga mereka merupakan satu kelompok.

“Karyawan toko yakin bahwa kemungkinan besar mereka ini komplotan. Karena malam Minggu kemarin orang yang ada di video datang lagi belanja, cuma disitu posisi QR di toko sudah ditiadakan hanya menerima cash atau transfer,” ungkapnya kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp, Selasa (29/9/2026).

Menurut Fitrah, modus yang dilakukan yakni orang yang datang berbelanja memotret QRIS toko kemudian mengirimkannya kepada rekannya melalui WhatsApp. Rekan tersebut kemudian diduga mengirimkan bukti transfer yang telah diedit kepada orang yang berada di toko.

Bukti pembayaran itu selanjutnya diperlihatkan kepada karyawan toko sebagai tanda bahwa transaksi telah dilakukan. Namun, setelah dilakukan pengecekan, pihak toko menemukan bahwa bukti pembayaran tersebut bukan transaksi asli.

“Modusnya, yang datang belanja komunikasi dengan temannya lewat chat. Jadi dia fotokan QR toko ke temannya lewat WhatsApp. Setelah itu, dia kasih lihat ke pegawai toko bahwa sudah bayar, padahal bukti QR yang diperlihatkan itu palsu atau editan,” kata Fitrah.

Ia menyebut barang yang paling sering dibeli dalam transaksi tersebut adalah rokok dalam jumlah banyak. Para pelaku juga disebut beberapa kali datang dalam satu hari untuk melakukan pembelian.

Aksi pertama terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 12.04 Wita. Dua pria datang berbelanja dengan total transaksi Rp402 ribu dan pembayaran menggunakan bukti transaksi palsu dari aplikasi Dana.

Sekitar pukul 14.16 Wita pada hari yang sama, kembali terjadi transaksi serupa. Namun, orang yang datang berbelanja berbeda dari sebelumnya. Nilai pembelian saat itu mencapai Rp552 ribu dan pembayaran kembali menggunakan bukti transaksi palsu dengan modus yang sama.

Pada Jumat (25/9), aksi serupa terjadi sebanyak lima kali. Transaksi pertama berlangsung sekitar pukul 05.10 Wita dengan total belanja Rp525 ribu, kemudian pukul 10.09 Wita sebesar Rp536 ribu.

Selanjutnya, transaksi kembali terjadi sekitar pukul 14.12 Wita dengan nilai Rp496 ribu. Pada pukul 20.34 Wita, total belanja mencapai Rp962 ribu kemudian sekitar pukul 21.05 Wita kembali terjadi transaksi senilai Rp570 ribu.

Aksi tersebut berlanjut pada Sabtu (26/9) sebanyak dua kali. Transaksi pertama terjadi sekitar pukul 03.19 Wita dengan nilai Rp708 ribu. Kemudian sekitar pukul 09.00 Wita terjadi transaksi terakhir dengan total belanja Rp469 ribu.

“Total kerugian mencapai sekitar Rp5.200.000,” ujar Fitrah.

Dari rekaman CCTV, pihak toko memperkirakan terdapat sekitar delapan orang yang bergantian datang berbelanja. Meski demikian, pihak toko menemukan salah satu pria yang sama tercatat telah tiga kali datang dalam rentang tiga hari tersebut.

Fitrah mengatakan dugaan bahwa mereka merupakan satu komplotan semakin kuat setelah salah satu pria yang terekam CCTV kembali datang ke toko pada malam Minggu. Namun, saat itu pihak toko sudah meniadakan pembayaran menggunakan QRIS dan hanya menerima pembayaran secara tunai atau transfer langsung.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten