QR Code BBM Warga Kendari Diduga Dipakai Orang Lain saat Isi Pertalite di SPBU

Kendari – Seorang warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Atika Harli, memprotes setelah QR Code kendaraannya diduga digunakan orang lain untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite tanpa sepengetahuannya.
Peristiwa itu diketahui Atika pada Rabu (30/9/2026) sore, saat hendak mengisi BBM untuk mobilnya di SPBU Rabam, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Saat QR Code miliknya dipindai, sistem justru menunjukkan bahwa QR Code tersebut telah lebih dahulu digunakan untuk transaksi pengisian BBM.
Atika kemudian mengetahui QR Code kendaraannya tercatat digunakan untuk membeli BBM sebanyak 35 liter di SPBU dengan kode 7493109 atau SPBU Budi Utomo/THR, Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua.
“QR Code milik saya tercatat telah dipakai untuk mengisi BBM sebanyak 35 liter di SPBU dengan kode 7493109 (SPBU Budi Utomo atau THR),” ujar Atika saat dikonfirmasi Kendariinfo.
Merasa QR Code miliknya digunakan pihak lain, Atika kemudian mendatangi SPBU tersebut pada sore hari untuk meminta penjelasan. Menurut Atika, petugas SPBU sempat menawarkan agar dirinya tetap melakukan pengisian BBM. Namun, tawaran tersebut ditolak karena ia ingin mengetahui terlebih dahulu kendaraan yang menggunakan QR Code miliknya.
“Setibanya saya di lokasi, petugas SPBU sempat menawarkan opsi pengisian BBM. Namun, tawaran itu saya tolak. Saya memilih untuk mengusut tuntas siapa pengendara misterius yang menggunakan QR Code saya,” katanya.
Atika kemudian meminta pihak SPBU memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengetahui kendaraan yang menggunakan QR Code tersebut.
Setelah menunggu hingga petugas yang memiliki akses terhadap rekaman CCTV hadir, penelusuran dilakukan. Namun, rekaman yang diperiksa belum dapat mengungkap identitas kendaraan secara jelas.
Petugas SPBU sempat menunjukkan tangkapan layar rekaman CCTV kepada Atika. Dalam gambar tersebut terlihat kendaraan yang diduga menggunakan QR Code miliknya, tetapi nomor polisi kendaraan tidak terlihat dengan jelas.
“Petugas sempat memperlihatkan hasil screenshot CCTV dari gawainya. Mobil yang memakai QR Code saya terlihat, tetapi pelat nomornya tidak begitu jelas karena gambarnya kurang tajam,” ungkap Atika.
Karena waktu makin larut dan identitas kendaraan maupun pengendara belum dapat dipastikan, Atika akhirnya meninggalkan SPBU tersebut.
Ia mengaku kecewa karena belum mendapatkan kejelasan terkait penggunaan QR Code miliknya. Hingga penelusuran berakhir, yang dapat dipastikan hanya adanya catatan transaksi pengisian BBM sebanyak 35 liter menggunakan barcode kendaraan miliknya di SPBU 7493109.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kesesuaian QR Code dengan kendaraan menjadi bagian penting dalam memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
“Dalam pemantauan di lapangan, salah satu yang kami perhatikan adalah kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan saat transaksi BBM subsidi. Ini penting untuk memastikan QR Code digunakan oleh kendaraan yang sesuai dan penyaluran BBM subsidi tetap berjalan sebagaimana ketentuan,” ujar Lilik, Senin (21/9) lalu.
Pertamina juga mencermati adanya kondisi ketika QR Code milik konsumen digunakan oleh pihak lain. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan tersebut, konsumen diminta menjaga keamanan QR Code dan segera melakukan reset apabila menemukan indikasi kode kendaraannya digunakan pihak lain.
Reset QR Code dapat dilakukan secara mandiri melalui situs subsiditepat.mypertamina.id. Konsumen cukup masuk menggunakan data kendaraan yang telah terdaftar, kemudian memilih menu “Lihat Kode QR” dan dilanjutkan dengan memilih “Reset Kode QR”.
“Jika konsumen menemukan QR Code kendaraannya digunakan oleh pihak lain, dapat segera melakukan reset secara mandiri melalui website subsiditepat.mypertamina.id,” jelas Lilik.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani selama 24 jam.





