Awal Mula Terungkap, Para Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 4 Kendari Sempat Saling Bertanya

Kendari – Terungkapnya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan guru SMKN 4 Kendari, berinisial IN, bermula dari para korban yang saling bertanya ke sesama siswi.
Para korban awalnya mengira tindakan yang dilakukan IN hanyalah sebuah ketidaksengajaan. Namun, karena dilakukan berulang kali, mereka pun mengaku risih.
“Pertama mungkin tidak sengaja, tapi lama-kelamaan kami rasa tidak mungkin tidak sengaja karena berulang kali, baru bukan cuma satu orang,” jelas para korban saat dimintai keterangan tertutup di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (1/10/2026).
Aksi itu diketahui dialami oleh 2 kelas dalam 1 jurusan yang sama. Mereka mengaku, IN melakukan perbuatan tersebut saat berada di ruang kelas maupun di laboratorium saat para siswi sedang belajar kelompok.
Merasa bukan hanya mereka saja yang merasakan hal yang sama, salah seorang korban kemudian bertanya ke siswi dari kelas lain dan mendapati pengakuan yang sama.
“Dia jawab mi, katanya sering pelecehan seksual sama kita, dia sering sentuh-sentuh kita,” ujar salah seorang korban.
Karena mengetahui jumlah korban cukup banyak, para siswi itu pun akhirnya memberanikan diri mengadu ke Kepala SMKN 4 Kendari, Herman.
Namun, diberitakan sebelumnya, saat para siswi tersebut mengadu, mereka mengaku mendapat jawaban yang tidak berperspektif terhadap korban dugaan pelecehan seksual.
Pihak sekolah diduga mengatakan bahwa perbuatan IN hanyalah ketidaksengajaan dan merupakan hal biasa dalam proses pembelajaran. Mereka bahkan diminta memaafkan guru tersebut.
13 Siswi SMKN 4 Kendari Diduga Dilecehkan, Wali Korban Minta Dikbud Sultra Bertindak





