Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Batu Gong, Konawe, Sampah Terkumpul Diperkirakan 500 Kg

Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Batu Gong, Konawe, Sampah Terkumpul Diperkirakan 500 Kg
Para relawan berhasil mengumpulkan ratusan kg sampah dalam aksi bersih-bersih di Pantai Batu Gong, Desa Batu Gong, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2026. Foto: Istimewa. (14/10/2026).

Konawe – Lebih dari 100 relawan membersihkan Pantai Batu Gong, Desa Batu Gong, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (14/10/2026). Dalam kegiatan World Cleanup Day 2026 tersebut, sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai lebih dari 500 kilogram (kg), melampaui target awal sebanyak 300 kg.

Waste Management Leader Naturevolution Indonesia Sultra, Wawan, mengatakan jumlah tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan hasil pengumpulan sampah di pesisir. Pihaknya akan melakukan penimbangan untuk memastikan berat sampah yang terkumpul.

“Target di tahun ini itu sekitar 300-an kilo, tetapi untuk estimasi pertama ini saya lihat sudah ada sekitar 500 kilo lebih. Tetapi untuk pastinya besok kami timbang di workshop,” kata Wawan.

Ia menjelaskan, sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Petugas terlebih dahulu memilah sampah berdasarkan jenisnya agar material yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang. Sementara itu, sampah residu akan dibuang ke TPA Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 Wita itu secara khusus menyasar sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir. Selain pembersihan pantai, penyelenggara juga menggelar edukasi lingkungan bagi siswa sekolah dasar di Desa Wowobungi pada pagi hari.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, siswa diperkenalkan dengan biota laut dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Penyelenggara juga membagikan tumbler yang difasilitasi PLTU Nii Tanasa sebagai upaya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Asisten Manajer Operasi PLTU Nii Tanasa, Septian, mengatakan Pantai Batu Gong dipilih karena memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat. Kawasan tersebut menjadi sumber penghidupan nelayan, ruang bermain anak-anak, sekaligus potensi wisata desa.

Namun, sampah plastik yang terbawa arus laut maupun berasal dari aktivitas pengunjung masih mencemari kawasan pesisir tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu alasan penyelenggara mengangkat tema “Bersih Pantai Kita, Selamatkan Laut Kita, Pantai Batu gong Bebas Sampah Plastik”.

“Jika kita biarkan, plastik itu akan merusak terumbu karang, membunuh biota laut, dan pada akhirnya merugikan kita sendiri,” ujar Septian.

Lebih dari 100 relawan yang terlibat berasal dari komunitas, perangkat desa, Karang Taruna, pelajar, dan warga sekitar. Mereka memungut sampah di sepanjang garis pantai sekaligus memilahnya berdasarkan jenis.

Sampah plastik dipisahkan dari sampah organik, sedangkan sampah berbahaya seperti kaca dan baterai diamankan secara khusus. Seluruh sampah yang terkumpul selanjutnya akan ditimbang sebelum diserahkan kepada bank sampah Desa Batu Gong untuk dikelola lebih lanjut.

Septian mengajak warga dan pengunjung menjaga kebersihan pantai dengan membiasakan diri membawa kembali sampah yang dihasilkan selama beraktivitas di kawasan tersebut.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten