Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Bantah Kecelakaan di Jalan Hauling, PT SCM Pastikan Bukan di Wilayah Operasional Perusahaan

Bantah Kecelakaan di Jalan Hauling, PT SCM Pastikan Bukan di Wilayah Operasional Perusahaan
Salah satu unit kerja PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) Konawe saat memperbaiki dump truck di kawasan pertambangan. Foto: Istimewa.

Konawe – Manajemen PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk Tim Komite Investigasi Gabungan setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan dua unit dump truck (DT) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (16/10/2026).

Perusahaan juga menegaskan insiden tersebut tidak terjadi di wilayah operasional PT SCM dan pihak yang terlibat bukan karyawan perusahaan.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.40 Wita. Pihak terkait telah melaporkan insiden itu secara resmi kepada Inspektur Tambang Sulteng untuk penanganan lebih lanjut.

Senior Manager External Affairs PT SCM, Mangasa Erbang, mengatakan tim investigasi dibentuk pada hari yang sama dengan kejadian. Perusahaan juga berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan penanganan insiden berjalan sesuai prosedur.

“Keselamatan jiwa dan kesehatan pekerja adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Perusahaan selalu berpegang teguh pada penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan secara ketat dan disiplin dalam seluruh kegiatan operasional,” jelas Erbang melalui keterangan resminya, Kamis (22/10).

Manajemen PT SCM juga membantah informasi yang menyebutkan kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Perusahaan menegaskan kabar mengenai dua korban jiwa atau fatality itu tidak benar.

Berdasarkan informasi yang disampaikan manajemen, terdapat dua korban luka dari pihak lain dalam insiden tersebut. Satu korban sempat menjalani perawatan di RS Bungku, sedangkan korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kendari.

Salah satu korban kini telah keluar dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan. Sementara itu, manajemen menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan untuk pemulihan.

Erbang menambahkan, perusahaan berkomitmen bersikap transparan dalam penanganan insiden tersebut. Koordinasi dengan Inspektur Tambang dan pihak berwenang juga terus dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan investigasi.

Manajemen PT SCM turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perusahaan menyatakan akan menyampaikan perkembangan informasi sesuai hasil koordinasi dengan pihak terkait.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten