Pilkades Ditunda, Warga Blokade Jalan Motaha – Kendari hingga Sebabkan Lalu Lintas Lumpuh

Konawe Selatan – Warga Desa Puao, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), memblokade jalan poros Motaha – Kendari, Jumat (23/10/2026). Aksi tersebut dipicu penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Puao oleh pemerintah daerah hingga menyebabkan lalu lintas lumpuh total.
Camat Angata, Al Asmin, membenarkan adanya aksi pemblokiran jalan yang dilakukan warga Desa Puao. Aksi tersebut berlangsung sejak sebelum petang dan masih berlanjut hingga malam hari.
“Benar, sebelum magrib warga blokir jalan, dan sampai saat ini,” kata Al Asmin kepada wartawan, Jumat malam.
Al Asmin menjelaskan, aksi blokade tersebut dipicu polemik penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkades Puao. Persoalan muncul setelah salah satu calon kepala desa menolak daftar pemilih yang telah ditetapkan.
Pilkades Puao kali ini merupakan pemilihan untuk meneruskan jabatan kepala desa sebelumnya yang mengundurkan diri. Karena itu, pemilih yang berhak menyalurkan suara dalam pemilihan tersebut hanya berasal dari unsur aparat desa dan kelompok tani.
Menurut Al Asmin, polemik terjadi karena adanya perbedaan pandangan di antara calon kepala desa terkait kelompok tani yang berhak masuk dalam DPT. Salah satu calon menerima kelompok tani yang telah ditetapkan, sedangkan calon lainnya meminta agar pemilih berasal dari kelompok tani yang dibentuk oleh kepala desa sebelumnya.
“Dari versi salah satu calon desa, terima saja tiga kelompok tersebut, tapi salah satu calon desa lain menolak, harus sesuai kelompok tani yang dibentuk Kades lama, dan kelompok tani bentukan Pj. Kades tidak boleh diikutkan dalam pemilihan. Nah, inilah awal polemiknya,” tuturnya.
Al Asmin mengatakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Konsel, Ichsan Porosi telah berupaya memediasi kedua belah pihak agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Namun, mediasi itu tidak menghasilkan kesepakatan sehingga pemerintah daerah memutuskan menunda pelaksanaan Pilkades Puao yang semestinya digelar bersama sejumlah desa lainnya pada Sabtu (24/10).
“Karena mediasi mental, tidak ada titik temu sehingga Pemda Konsel menunda Pilkades Puao untuk sementara waktu, sehingga dengan penundaan ini menimbulkan reaksi dari warga, dan terjadilah pemblokiran jalan,” jelas Al Asmin.
Ia menambahkan, Sekda Konsel sedang menuju lokasi pemblokiran untuk berupaya menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan titik temu agar polemik Pilkades Puao dan aksi blokade jalan bisa segera berakhir.
“Pak Sekda sedang menuju ke TKP, semoga ada titik temu,” pungkasnya.





