Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Bahasa Ciacia Buton Ditulis Pakai Aksara Korea, Daehoon Ungkap Fakta Ini di Titik Kumpul

Bahasa Ciacia Buton Ditulis Pakai Aksara Korea, Daehoon Ungkap Fakta Ini di Titik Kumpul
Daehoon bersama Arif Brata saat membaca aksara Korea dalam Bahasa Ciacia di Podcast Titik Kumpul. Foto: Istimewa.

Sulawesi Tenggara – Penggunaan aksara Korea atau Hangul untuk menulis bahasa daerah Suku Ciacia, Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menjadi perbincangan setelah dibahas dalam Podcast Titik Kumpul yang menghadirkan komika Arie Kriting, Mamat Alkatiri, Abdur Arsyad, Praz Teguh, dan Arif Brata.

Dalam episode bertajuk “Daehoon Setuju Gilberto Mirip Lee Seung Gi”, yang diunggah di kanal YouTube Tuah Kreasi, Senin (2/11/2026) malam, para komika tersebut membicarakan fenomena penggunaan aksara Hangul dalam penulisan bahasa Ciacia bersama bintang tamu Daehoon.

Daehoon sendiri merupakan seorang YouTuber asal Korea Selatan yang dikenal di Indonesia lewat konten kesehariannya sebagai orang Korea, termasuk interaksi dengan warga lokal serta video kuliner dan budaya Indonesia yang kerap viral di media sosial.

Pria yang belakangan viral di Indonesia itu mengaku sudah mengetahui hubungan antara aksara Korea dan bahasa daerah Suku Ciacia. Bahkan, ia menyebut pembahasan mengenai bahasa Ciacia pernah ditemukan dalam buku-buku sejarah di Korea.

“Tahu, saya tahu Ciacia di buku Korea masuk juga,” kata Daehoon saat berbincang dengan Arie Kriting.

Ia kemudian menjelaskan bahwa masyarakat Ciacia menggunakan aksara Hangul untuk menuliskan bahasa mereka. Namun, penggunaan aksara Korea itu tidak serta-merta membuat bahasa Ciacia berubah menjadi bahasa Korea.

Hal tersebut juga terlihat ketika tim Titik Kumpul memperlihatkan sejumlah gambar penanda tempat atau landmark yang menggunakan tulisan Hangul. Daehoon dapat membaca tulisan yang tertera pada gambar tersebut.

“Tapi memang mereka itu hanya pakai Hangul doang, kalau bahasanya tetap pakai bahasa Ciacia,” jelasnya.

Pembahasan itu kembali memperlihatkan keunikan bahasa Ciacia yang memiliki keterkaitan dengan penggunaan sistem penulisan dari Korea Selatan.

Pada tahun 2024 lalu, Balai Bahasa Sultra mencatat Bahasa Ciacia masuk dalam kategori yang kini terancam punah.

Selain Bahasa Ciacia ada 6 bahasa daerah yang saat ini terancam punah, 1 bahasa sangat kritis punah dan 1 bahasa mengalami kemunduran.

Bahasa tersebut ialah bahasa Ciacia, Culambacu, Kulisusu, Lasalimu Kamaru, Moronene, Muna, Tolaki, Pulo, dan Bajo dengan masing-masing jumlah penutur kurang dari 300 ribu penutur.

Sebagai upaya pelestarian bahasa, Balai Bahasa Sultra telah memproduksi 11 kamus dwibahasa (bahasa daerah Sultra dan Indonesia) sejak tahun 2012 hingga 2024. Kamus-kamus tersebut memiliki berbagai ragam, mulai dari kamus bergambar hingga kamus umum.

Widyabasa Ahli Pertama, Balai Bahasa Sultra, Mifta Huzaena mengatakan, pelestarian bahasa daerah Sultra terus dilakukan melalui penerbitan berbagai kamus bahasa lokal yang menjadi referensi penting bagi masyarakat, peneliti, dan pelajar.

Selama ini kamus yang sudah diproduksi mencakup berbagai bahasa daerah di Sultra, seperti Tolaki, Muna, Pulo (Wakatobi), Ciacia, Kulisusu, Culambacu, serta kamus yang mencakup budaya lokal.

“Sejak 2012 hingga 2024 sudah ada sekira 12 kamus yang kami produksi. Kebanyakan adalah kamus dwi bahasa, misal dari bahasa daerah ke Indonesia dan juga sebaliknya,” katanya kepada Kendariinfo, Rabu (15/1/2025) lalu.

Dia melanjutkan, dari sembilan bahasa daerah asli di Sultra yakni Tolaki, Muna, Wolio, Culambacu, Kulisusu, Ciacia, Wakatobi, Moronene, dan Lasalimu Kamaru, sudah ada tujuh bahasa yang memiliki kamus.

Berikut 11 kamus bahasa daerah Sultra yang telah diproduksi oleh BB Sultra:

  1. Kamus Tolaki-Indonesia, 2012.
  2. Kamus Bergambar Muna-Indonesia, 2021.
  3. Kamus Bergambar Indonesia-Tolaki, 2021.
  4. Kamus Bergambar Indonesia-Tolaki Edisi Revisi
Indonesia-Tolaki, 2022.
  5. Kamus Bergambar Indonesia-Pulo (Wakatobi), 2023.
  6. Kamus Indonesia-Ciacia, 2023.
  7. Kamus Indonesia-Kulisusu, 2024.
  8. ⁠Kamus Bergambar Indonesia-Kulisusu, 2024.
  9. Kamus Culambacu-Indonesia, 2018.
  10. Kamus Budaya Sulawesi Tenggara
3 Bahasa Daerah.
  11. Kamus Budaya Sulawesi Tenggara Edisi Kedua
6 Bahasa Daerah.

Nah sekarang Makin Tahu indonesia Kan!!

7 dari 9 Bahasa Daerah di Sultra Terancam Punah, Pj. Gubernur Instruksikan Ini

11 Kamus Bahasa Daerah yang Diproduksi oleh BB Sultra, Ini Daftarnya

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten