Mahasiswa UM Kendari Kembangkan Dynamic Island untuk Windows, Sudah di Unduh 6.000 Kali

Kendari – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Ahmad Raihan Al-Biruni (21), mengembangkan perangkat lunak atau software yang menghadirkan fitur Dynamic Island seperti pada perangkat Apple ke sistem operasi Windows.
Software tersebut menarik perhatian pengguna internet dan telah diunduh lebih dari 6.000 kali sejak diluncurkan di media sosial sekitar dua pekan lalu.
Ahmad merupakan mahasiswa semester lima Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi UM Kendari. Dia mengembangkan program tersebut setelah merasakan perbedaan tampilan antarmuka ketika beralih dari MacBook Air ke perangkat berbasis Windows.
Pengalaman itu membuatnya ingin menghadirkan tampilan Windows yang lebih menarik dengan mengadaptasi fitur Dynamic Island. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat sejumlah informasi dan aktivitas melalui tampilan interaktif di bagian atas layar.
“Saya tertarik karena sebelumnya pernah menggunakan MacBook Air. Namun, setelah pindah ke Windows, saya merasa tampilannya terlalu biasa. Akhirnya, saya membuat perangkat lunak Dynamic Island versi Windows,” kata Ahmad kepada Kendariinfo, Rabu (4/11/2026).
Ahmad mengungkapkan, pengembangan program tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Di luar perkiraan, program yang dikembangkannya mendapat respons positif dari pengguna internet. Hingga kini, lebih dari 6.000 orang telah mengunduh dan memasang perangkat lunak tersebut.
Ahmad juga membuka ruang bagi pengguna untuk ikut menentukan arah pengembangan program. Dia menerima laporan mengenai gangguan atau bug, serta usulan penambahan fitur melalui pesan langsung atau direct message (DM) media sosial maupun surat elektronik.
“Perkembangan pembaruannya ditentukan oleh pengguna. Mereka bebas melaporkan bug atau mengusulkan penambahan fitur melalui DM maupun email,” jelasnya.
Bagi pengguna Windows yang ingin mencoba program tersebut, Ahmad menyediakan tautan unduhan melalui GitHub di alamat techreyy.github.io/ReyLand. Dia juga berencana menghadirkan perangkat lunak itu melalui Microsoft Store pada pengembangan berikutnya.
Ahmad menyebut program tersebut dapat digunakan secara gratis. Dia juga memastikan perangkat lunak yang dikembangkannya tidak mengandung perangkat lunak berbahaya atau malware.
“Untuk programnya, dari saya sendiri menjamin legal dan aman. Tidak ada malware apa pun dari program saya dan tidak merugikan penggunanya,” tutupnya.





