Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Wali Kota Kendari Pantau Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Tiga Sekolah

Wali Kota Kendari Pantau Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Tiga Sekolah
Wali Kota Kendari didampingi Kadis Dikmudora dan Kepala Sekolah SMP Frater. Foto: Hasbir/Kendariinfo. (30/12/2020).

Kendari – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir bersama Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari mengunjungi tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi role model pembelajaran tatap muka di Kota Kendari, Rabu (30/12/2020).

Ketiga SMP tersebut yakni SMPN 19 Kendari, SMPN 21 Kendari, dan SMP Frater Kendari.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan uji coba tatap muka berlangsung secara aman dan sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Tiga sekolah yang diizinkan, sudah memverifikasi sebelumnya. Betul-betul bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan persiapan yang matang,” ungkap Sulkarnain saat memberi sambutan di SMP Frater Kendari.

Ia menambahkan, pembukaan sekolah secara tatap muka ini memerlukan keterlibatan orang tua dari masing-masing siswa. Orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya bersekolah secara tatap muka, ia menyarankan untuk tetap mengikuti pembelajaran secara daring.

“Pastikan kembali keterlibatan orang tua siswa betul-betul dimaksimalkan, belajar tatap muka ini adalah pilihan bukan kewajiban. Jika masih ada orang tua yang khawatir, jangan dipaksakan anaknya untuk mengikuti pelajaran tatap muka,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Sulkarnain juga menerima beberapa aspirasi dari perwakilan orang tua murid mengenai rencana proses belajar mengajar tatap muka.

Foto bersama Guru SMP Frater , Wali kota Kendari dan Dikmudora. Foto: Hasbir/Kendariinfo. (30/12/2020).

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMP Frater Kendari, Fr. Paul Radja Lejab, menyatakan kesiapan sekolah yang dipimpinnya untuk memulai proses pembelajaran secara tatap muka antara siswa dan guru pada 4 Januari 2021 mendatang.

Baca Juga:  Satu-satunya di Sultra, Pemkab Konawe Peringkat 7 Nasional Capaian Realisasi Investasi 2021

“Dalam pembelajaran secara tatap muka nanti, kami akan membagi dua sesi dalam seharinya,” ujar Fr. Paul Radja Lejab, Kepala Sekolah SMP Frater, Rabu (30/12).

Rajab menyebutkan, proses belajar mengajar dalam sehari akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama masuk pada pukul 08.00 WITA – 10.00 WITA, dan sesi kedua pukul 11.00 WITA – 13.00 WITA.

Namun sebelum memasuki sesi kedua, ia menegaskan, pihaknya akan melakukan sterilisasi pada ruangan yang telah digunakan dalam proses pembelajaran untuk dipakai siswa di sesi selanjutnya.

“Jeda waktu pada pukul 10.00 WITA – 11.00 WITA, kita gunakan untuk sterilisasi ruangan belajar, ruangan tunggu dan ruangan kepulangan,” ucapnya.

Ia menerangkan, pihaknya hanya akan menggunakan enam kelas untuk proses belajar mengajar. Dalam satu ruangan disetiap sesinya, hanya memperbolehkan maksimal 15 orang siswa.

“Disetiap ruangan kita akan tetap kontrol siswa agar tetap menerapkan protokol kesehatan hingga mereka pulang,” terangnya.

“Semoga dalam penerapan prokes dapat dilakukan dengan baik, sehingga nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Penulis
Reporter
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten