Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Sultra Lebih Rendah dari Daerah Lain

Kendari – Laporan kasus kekerasan perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara (Sultra) lebih sedikit jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sultra mencatat angka laporan hanya 174 kasus saja.
“Kalau mau dibandingkan dengan daerah-daerah lain di luar Sultra masih cukup rendah dan kita tidak inginkan angka ini naik,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Data Informasi dan Partisipasi Masyarakat Dinas PPPA Sultra, Murdiana Hasan kepada Kendariinfo, Jumat (19/11/2021).
Dari 174 laporan, kekerasan terhadap perempuan sebanyak 58 kasus dan anak 116. Kota Baubau menjadi daerah yang paling banyak terjadi kekerasan perempuan dan anak dengan 29 kasus. Lalu disusul Kolaka 27, Kendari 25, Konawe 16, Buton Selatan (Busel) 14, Bombana 11, Buton 10, Konawe Selatan (Konsel) 9, Kolaka Utara (Kolut) 8, Wakatobi 6, Konawe Utara (Konut) 3, Buton Tengah (Buteng) 2, dan Muna 1 kasus. Sedangkan Kabupaten Buton Utara (Butur), Kolaka Timur (Koltim), dan Konawe Kepulauan (Konkep) tidak ada.

“Tapi ada beberapa kabupaten yang nihil kasus yakni Butur, Koltim, dan Konkep itu sama sekali tidak ada kasus sepanjang Januari sampai September kemarin,” katanya.
Kendati demikian, PPPA Sultra terus melakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait tindakan atau cara memberikan laporan jika mendapatkan perlakuan kekerasan.
“Tentu kita selalu melakukan edukasi terkait kekerasan apa saja yang harus dilaporkan. Bahkan kemarin kita membentuk lembaga yang namanya Forum Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) untuk menangani perempuan dan anak. Kita juga berharap kepada insan media untuk ayo mengajak masyarakat segera melapor jika mendapatkan perlakuan berbau kekerasan,” pungkasnya.
Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Sultra Dilakukan Orang Terdekat





