60 Kios di Pasar Mandonga Disegel Pengelola, KP2M Ingin Pemda Kota Ambil Alih

Kendari – Sebanyak 60 kios di Pasar Basah Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) disegel oleh pihak pengelola, PT Kurnia, Sabtu (12/3/2022) kemarin.
Hal itu dibeberkan oleh Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Mandonga (KP2M), Abdul Kadir di hadapan Wali Kota Kendari dalam sambutannya pada Hari Ulang Tahun (HUT) KP2M, Minggu (13/3).
Ia mengatakan, penyegelan tersebut diduga dilakukan secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan dari pihak pengelola, sebab dilakukan pada malam hari.

“Penggembokan atau penyegelan itu terjadi pada malam hari, dan itu tidak ada pemberitahuan secara tertulis maupun lisan,” katanya saat ditemui kendariinfo, Senin (14/3).
60 kios tersebut adalah milik para pedagang yang menunggak pembayaran uang sewa. Namun, Ketua KP2M itu sangat menyayangkan aturan atau mekanisme penyegelan yang dilakukan oleh pihak pengelola.
“Aturan atau mekanisme PT Kurnia tidak ada sama sekali pemberitahuan, langsung melakukan penggembokan melalui security mereka,” sambungnya.
Kadir menyebutkan, bahwa penyegelan akan kembali dilakukan oleh pihak pengelola pada kios-kios pedagang yang berada di lantai 2.
“Informasi yang kami dapatkan, nanti malam akan dilakukan lagi penggembokan kios yang ada di lantai dua, karena para pemiliknya masih ada sedikit tunggakan,” bebernya.
Dia mengungkapkan, terhadap kios-kios yang disegel telah dibuka secara pribadi oleh pihaknya dan juga para pedagang. Jika nantinya ada pemanggilan dari kepolisian, ia menyatakan diri bahwa pihaknya siap menghadiri dan memberi keterangan.
“Jika nanti tidak ada negosiasi, maka akan ada gerakan yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Selaku Ketua KP2M, ia menginginkan pengelolaan Pasar Basah dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Kendari.
“Kami harap pengelolaan Pasar Basah Mandonga ini diambil alih oleh Pemda Kota. Biar dari segi tata kelola lebih baik, dan dari segi kebersihan serta juga penanganan banjir lebih terjamin. Kemarin Pak Wali Kota bilang akan membentuk tim DPRD dan beberapa pihak terkait,” harapnya.





