Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Opini

Hujan yang Terlalu Cepat Datangnya

Tulisan dari tidak mewakili pandangan dari redaksi kendariinfo
Hujan yang Terlalu Cepat Datangnya
Ilustrasi hujan di Kendari. Foto: Dok. Kendariinfo. (9/2/2022).

Apakah sekarang sedang musim hujan? Entahlah, beberapa hari belakangan ini saban sore hujan sangat rajin turun. Beberapa kondisi jalan utama dan jalan perumahan terdapat genangan yang cukup mengkhawatirkan. Contohnya depan jalan RS. Hati Mulia selalu menjadi langganan kekhawatiran warga, karena jika hujan turun deras selama dua jam. Para warga yang melewati jalan tersebut, harus menerima kenyataan pahit, siap-siap untuk jantungan, karena genangan yang cukup tinggi. Untuk para pengendara motor, maaf saja, mereka harus melaju dengan lambat. Kalau tidak ingin tergelincir mulus di genangan air keruh.

Musim hujan seharusnya datang di bulan Juni, seperti puisi sang legenda Sapardi Djoko Darmono. Ini kecepatan datangnya, bulan Maret mereka sudah sering berkunjung. Tentu ruas-ruas jalan yang menjadi langganan banjir menjadi kekhawatiran banyak warga. Mulai dari Lepolepo depan jalan RS. Hati Mulia. Arah Andounohu dekat Jalan Kancil. Kamboja dekat kampus STIE 66 yang keren. Dan beberapa titik banjir lainnya. Untuk sekarang sebagai warga masyarakat yang baik, sepatutnya kita antisipasi dengan waspada musim penghujan yang kecepatan datangnya.

Bagaimana mengantispasi musim penghujan yang kecepatan datangnya dan menimbulkan banjir? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan para warga masyarakat: Jangan membuang sampah ke sungai dan selokan, menjaga dan membersihkan selokan secara rutin, hindari membuat bangunan di pinggir sungai, perbanyaklah lahan terbuka hijau, jangan lupa lakukan reboisasi di lahan yang gundul. Terakhir, pilih-pilih kalau mau tebang pohon seperti tebang pilihnya para petugas pada koruptor…aiiihh..

Baca Juga:  PERKHAPPI Sultra Dukung Kejati Usut Tuntas Dugaan Kasus Perambatan Hutan di Konut

Selain banjir yang harus diwaspadai juga ada suhu yang kadang meningkat tajam, membuat banyak warga yang terserang demam dan batuk. Penyebabnya adalah kondisi yang memengaruhi pembentukan suhu di muka bumi adalah radiasi matahari dan bumi. Pada siang hari, radiasi ini datang dari matahari dalam gelombang pendek yang mampu menembus awan. Panas matahari itu kemudian diserap oleh bumi. Selanjutnya, pada malam hari bumi akan melepas kembali sebagian panas yang terserap sebelumnya ke angkasa luar, kali ini dalam bentuk gelombang panjang. Namun, gelombang panjang tidak memiliki kemampuan menembus awan. Maka kita merasa sangat panas. Jadi, keberadaan awan juga menjadi salah satu indikator apakah suhu di siang atau malam hari akan terasa panas atau dingin. Suhu yang tak menentu dan selalu meningkat tajam, membuat warga jadi mudah sakit, terserang demam dan kelelahan. Ini kata BMKG, bukan kata saya na’.

Di musim penghujan yang datangnya terlalu cepat, untuk menghindari efek buruk maka ada beberapa hal yang harus di jaga yakni, selalu menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, memiliki pola hidup sehat karena pola hidup sehat akan melindungi kita dari berbagai serangan penyakit, bersiaplah selalu terjadi pemadaman listrik tiba-tiba apabila kilat saling memanggil dengan guntur, milikilah peralatan nirkabel agar kerjaan bisa tetap dilakukan, jangan lupa kebersihan selalu dijaga optimal. Wah, nasihat mak ceriwis banyak sekali yah  :>

Baca Juga:  Moramo Diguncang Gempa 3,1 SR, Tidak Berpotensi Tsunami
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten