Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Asrama Mahasiswa di Kendari Diserang OTK, Pelaku Gunakan Airsoft Gun dan Balok

Asrama Mahasiswa di Kendari Diserang OTK, Pelaku Gunakan Airsoft Gun dan Balok
Korban penyerangan OTK di asrama mahasiswa Lorong Tunggala Dalam, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari. Foto: Istimewa. (7/4/2022).

Kendari – Asrama mahasiswa di Lorong Tunggala Dalam, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) menggunakan airsoft gun dan balok, Kamis (7/4/2022) sekitar pukul 23.30 WITA.

Akibat penyerangan itu, empat mahasiswa mengalami luka-luka, masing-masing bernama Rahman, Candra, Jinianto, dan Wili Hardiansyah. Kingking, mahasiswa yang juga tinggal di asrama tersebut mengaku, Rahman mengalami luka pada bagian kepala dan paha karena ditikam menggunakan senjata tajam (sajam), sedangkan Candra luka di bagian dahi akibat pukulan benda tumpul.

“Kalau dua korban lainnya Jinianto dan Wili Hardiansyah mengalami bengkak di bagian mata dan belakang karena dihantam pakai kursi,” katanya, Jumat (8/4).

Saat kejadian, para korban diteror oleh para pelaku agar tak berteriak, tetapi beberapa mahasiswa berhasil melarikan diri. Beruntung, korban yang mengalami luka-luka berhasil dibawa ke RS Hermina usai penyerangan. Saat ini, para korban tengah menjalani perawatan di rumah keluarga masing-masing.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan penyerangan asrama mahasiswa di Lorong Tunggala Dalam.

Dari pengaduan tersebut, ada empat orang korban, dua mengalami luka akibat senjata tajam, sedangkan dua lainnya lebam karena terkena pukulan.

“Korban sudah melapor di Polresta Kendari dan saat ini kita sedang melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi, Dinkes Kendari Alihkan Tahap II ke Puskesmas

I Gede menambahkan, dari pengakuan korban dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ada sekitar 10 orang yang melakukan penyerangan dan semua mempunyai peran masing-masing. Tujuh pelaku masuk di dalam asrama dan tiga orang lainnya berjaga di luar.

Dia menyebut, para pelaku menggunakan airsoft gun dan balok. Korban yang mengalami luka di bagian jidat bukan karena tembakan peluru, melainkan tonjokan pelaku menggunakan ganggang airsoft gun.

“Jadi peluru itu mengenai kaca,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten