Wisuda Tanpa Kehadiran Keluarga, Wisudawati UM Kendari asal Thailand Ini Tak Kuasa Bendung Air Mata

Kendari – Seorang wisudawati Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari asal Thailand, bernama Tarada Pannak tak kuasa membendung air mata ketika membacakan sepatah kata untuk keluarganya yang tak sempat hadir langsung pada Wisuda XXIV UM Kendari, Sabtu (10/12/2022) lalu.
Dalam video yang diterima Kendariinfo, Tarada terlihat begitu emosional ketika mengucapkan terima kasih serta salam hangat kepada keluarganya di Thailand yang saat itu menonton langsung lewat kanal YouTube.
“Nek, mama, ayah, dan keluarga tercinta, hari ini saya telah menyelesaikan studi, terima kasih telah mendukung dan membantu saya hingga menyelesaikan studi,” ucap Tarada dalam bahasa Thailand seraya terharu.

“Hari ini saya berdiri di sini, saya berharap semua keluarga bangga kepada saya. Ma, apa baju wisuda saya cantik? Dan terakhir saya ingin mengatakan saya merindukan kalian semua,” lanjut Tarada sembari menyeka air mata.
Tarada sendiri merupakan mahasiswa asal Thailand yang memutuskan kuliah di Kendari sejak September 2018 lalu. Tarada telah menyelesaikan studinya tahun ini dengan gelar sarjana pendidikan di UM Kendari.
Selama di Kendari, Tarada menetap di sebuah indekos yang beralamat di depan Kantor Lurah Wowawanggu, Jalan Sorumba, Lorong Kelapa Kuning, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.
“Di Kendari saya tinggal sendiri,” katanya kepada Kendariinfo, Rabu (14/12/2022).
Wanita muslim kelahiran Bangkok ini memutuskan untuk berkuliah di kampus Muhammadiyah tersebut setelah melihat mahasiswa KKN asal UM Kendari yang mengabdi di SMA-nya, mulai dari sana Tarada pun mulai tertarik dan berkeinginan melanjutkan pendidikan di Indonesia.
“Saya mulai kenal UM Kendari dari anak KKN di SMA-ku. Lalu ada yang minta beasiswa dari kampus (UM Kendari). Setelah itu, 1 tahun berlalu kampus kasih info ke sekolah SMA saya tentang beasiswa, di mana kami diberi kuota 3 orang jadi saya dengan teman saya akhirnya kuliah di sana (UM Kendari),” lanjutnya.
Setelah berhasil menyelesaikan studi, Tarada mengungkapkan, keluarganya tak bisa hadir karena jarak yang sangat jauh untuk ditempuh keluarganya.
“Terlalu jauh dan saya juga kasihan kalau orang tua saya naik pesawat, apalagi mereka tidak tahu bahasa Indonesia,” imbuhnya.
Tarada menyelesaikan studinya dengan berbagai tantangan, terutama dengan penyesuaian bahasa, di mana bahasa Indonesia dan bahasa Thailand sangat jauh berbeda.
“Kalau dari awal susah sekali, karena saya tidak tahu sama sekali bahasa Indonesia, jadi saya dikasih khusus sama kampus dan saya belajar sama teman-teman saya, jadi alhamdulillah sekarang sudah bisa paham,” pungkasnya.
Dikutip dari akun Instagram resmi UM Kendari, Amir Mahmud selaku rektor memberikan selamat serta berpesan semoga ilmu yang Tarada raih bisa menjadi arah penentu hidup yang lebih baik.
“Selamat dan sukses atas gelar yang diraih oleh Tarada Pannak dan Basireen Wingkhanong. Semoga ilmunya menjadi penentu arah hidup yang bermanfaat,” katanya.





