Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Ditinggal Ibu Jadi Pekerja Migran, Bocah Perempuan Diduga Diperkosa Ketua RT di Kendari Barat

Ditinggal Ibu Jadi Pekerja Migran, Bocah Perempuan Diduga Diperkosa Ketua RT di Kendari Barat
LMA, Ketua RT di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, diduga memerkosa bocah perempuan saat sang ibu menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Foto: Istimewa.

Kendari – Bocah perempuan berinisial W (11), diduga diperkosa seorang Ketua RT berinisial LMA di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ibu korban, S, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/9/2026), ketika korban dititip di rumah terduga pelaku. Ia membeberkan, korban dititip karena dirinya tidak sempat mendampinginya secara langsung.

“Kejadiannya itu waktu anak saya, saya titipkan di rumahnya Pak RT yang juga masih keluarga,” ungkap S kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/10).

Ibu korban merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi, sedangkan sang ayah bekerja sebagai nelayan dan lebih banyak berada di laut. Sebelum dititip, W sebelumnya sempat tinggal di rumah neneknya.

Namun, karena ada kesalahpahaman dengan sang nenek, S kemudian menitipkan W di rumah terduga pelaku. “Karena ada masalah, makanya anakku saya titipkan sama pelaku,” ujar S.

S menyebut W dititipkan kepada terduga pelaku karena dalam waktu dekat harus kembali masuk sekolah dan tinggal di asrama Sekolah Rakyat. Sebelum menitipkan anaknya, S mengaku telah meminta kepada terduga pelaku agar tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan W.

“Saya sudah sampaikan kepada dia supaya jangan apa-apakan anak saya. Saya titipkan karena dia juga masih keluarga,” katanya.

Menurut S, W kemudian tinggal di rumah terduga pelaku selama sekitar 14 hari. Namun, pada Selasa (29/9), W diduga mengalami tindakan kekerasan seksual di rumah terduga pelaku.

“Awalnya anak saya dipegang bagian payudaranya, kemudian wajahnya ditutup pakai bantal. Setelah itu, dia perkosa anak saya. Kejadiannya di rumahnya sendiri,” ungkap S.

Peristiwa tersebut baru diketahui setelah guru pembina melihat perubahan gerak-gerik W yang dinilai mencurigakan dan terlihat ketakutan. Setelah ditanya, W kemudian menceritakan dugaan kejadian yang dialaminya.

Atas kejadian tersebut, orang tua W kemudian melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polresta Kendari pada Jumat (2/10). Laporan itu kini ditangani pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Weliwanto Malau saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Iya, ada masuk laporannya ke kami,” singkatnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten