Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Video 2 Wanita Dianiaya dan Dilakban Sekelompok Orang di Kendari Viral di Medsos

Video 2 Wanita Dianiaya dan Dilakban Sekelompok Orang di Kendari Viral di Medsos
Korban pencurian berinisial NK sekaligus wanita yang menganiaya pelaku pencurian. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (9/5/2023).

Kendari – Video dua wanita dianiaya dan dilakban oleh sekelompok orang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) viral di media sosial (medsos), Senin (8/5/2023).

Dalam video tersebut, seorang wanita yang tampak menggunakan seragam berwarna hitam diinterogasi oleh sekelompok remaja. Namun saat interogasi dilakukan, beberapa remaja itu memukul dan menendang korban yang hanya menangis sembari meminta ampun.

Selain wanita berbaju hitam, kelompok remaja itu juga menganiaya wanita lainnya berbaju kuning di sebuah ruangan. Saat beraksi, salah satu pelaku berpose salam dua jari sembari menghadap ke arah kamera yang didokumentasikan dalam rekaman video. Tidak hanya itu, para pelaku juga melilit wajah, tangan, dan kaki korban menggunakan lakban. Bahkan, seorang wanita tampak menendang pelaku secara berulang kali.

Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry Irwanto.
Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry Irwanto. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (9/5/2023).

Dari hasil penelusuran Kendariinfo, wanita berbaju hitam diketahui berinisial NA. Ia dianiaya di dekat The Park Kendari atau Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari pada Sabtu (6/5) pagi.

Sedangkan wanita berbaju kuning adalah inisial UN. Ia dianiaya dan dilakban di rumah rekannya berinisial NK di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia atau tepatnya di dekat Warung Pangkep Sop Saudara Sop Konro pada Sabtu (6/5) malam.

Para remaja itu melakukan penganiayaan karena kesal. Sebab, salah satu wanita yang dianiaya bersekongkol bersama rekan-rekannya yang lain untuk melancarkan aksi pencurian di rumah NK pada Rabu (3/5) sekira pukul 23.30 Wita. Dalam aksi pencurian itu, uang sebesar Rp6 juta lebih milik NK raib dibawa kabur.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Masjid Nurul Haq Kendari Kecurian Kotak Amal

“Ada uangku Rp6 juta lebih diambil sama teman-temanku, pelakunya ada 3 orang. Dua orang perempuan inisial UN, DS, dan satu laki-laki inisial GA. Mereka datang di rumah memang karena ada acara itu malam, ternyata mereka mencuri juga,” ujarnya saat ditemui Kendariinfo, Selasa (9/5).

NK menjelaskan, dua pelaku utama dalam pencurian tersebut sekaligus yang mengambil uang adalah UN dan DS. Sementara GA berperan untuk menjaga di depan kamar sembari memantau keadaan sekitar. Usai beraksi, para pelaku kabur namun aksi ketiganya terekam CCTV yang ada di rumah itu.

“Ketahuan karena ada CCTV di rumah, mereka terekam CCTV,” tambahnya.

Beberapa hari kemudian, NK dan rekan-rekannya berusaha mencari keberadaan pelaku. Saat itu, mereka bertemu NA di salah satu penginapan yang ada di Kecamatan Kambu. Namun NA tidak memberitahukan keberadaan para pelaku dan justru menyembunyikan pelaku di salah satu kamar di hotel itu.

“Sebenarnya dia (NA) tidak mencuri tapi waktu kita pergi cari ini pelaku 3 orang, NA ini yang justru sembunyikan mereka. Makanya kita jengkel, kita pukul karena merasa dipermainkan,” tambahnya.

Tidak lama kemudian, NK dan rekan-rekannya meminta NA agar menghubungi UN yang posisinya berada di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu untuk datang ke rumah NK di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende. Tanpa berpikir panjang, UN yang mengenakan baju kuning datang namun ia justru dianiaya dan dililit lakban di rumah NK.

Baca Juga:  Buntut Aksi Penganiayaan saat Diklat, Kepala SMAN 4 Kendari Bekukan Kegiatan Organisasi K2S

Selanjutnya, NK melaporkan para pelaku masing-masing berinisial UN, DS, dan GA ke Polsek Mandonga atas dugaan kasus pencurian. Tidak butuh waktu lama, aparat kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung mengamankan ketiganya.

Dari hasil interogasi, para pelaku mengakui telah mengambil uang Rp6 juta lebih dan uang milik NK itu dibagi sama rata oleh masing-masing pelaku.

“Uangnya mereka bagi, ada yang pakai untuk keperluan hari-hari, ada juga yang pakai untuk beli HP,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry Irwanto saat ditemui di ruangannya.

Namun, lanjut Andry, kasus pencurian termasuk adanya tindakan penganiayaan tak lagi dipermasalahkan oleh pihak-pihak terkait. Bahkan, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai.

“Sempat kami amankan para pelakunya tetapi mereka selesaikan secara kekeluargaan, sudah damai,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten