Aksi Begal di Konsel Ternyata Hoaks, Keluarga yang Mengaku Korban Minta Maaf

Konawe Selatan – Dugaan pembegalan yang dialami Fatriani atau Ria di Desa Lamong Jaya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), pada Kamis (21/5/2026), sekitar pukul 19.00 Wita, ternyata hoaks. Klarifikasi disampaikan langsung Masuri, orang tua Ria, yang sebelumnya mengaku menjadi korban pembegalan orang tak dikenal di Desa Lamong Jaya.
Masuri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sultra, khususnya warga Konawe Selatan, atas informasi yang beredar luas.
“Saya selaku orang tua sangat menyesal atas perbuatan anak saya yang telah melaporkan adanya kejadian pembegalan. Setelah kami ketahui, kejadian itu sebenarnya tidak ada,” ujar Masuri melalui video yang diterima Kendariinfo, Selasa (9/6/226).
Ia mengaku sangat menyesali kejadian tersebut dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap informasi yang ternyata tidak sesuai dengan fakta.
Menurut Masuri, putrinya saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan pribadi dan keluarga yang cukup berat sehingga memengaruhi kondisi kejiwaannya.
“Anak saya sedang menghadapi banyak masalah dan mengalami tekanan yang cukup berat hingga memengaruhi kondisi mentalnya. Sebagai orang tua, kami memohon pengertian dari masyarakat atas kondisi yang dialami anak kami,” katanya.
Masuri juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Polres Konsel yang telah merespons laporan tersebut dan melakukan serangkaian penyelidikan.
“Kami sangat menyesali kejadian ini dan berharap masyarakat dapat memaafkan kekhilafan yang telah terjadi,” ungkapnya.
Informasi dugaan pembegalan terhadap Ria sempat viral di media sosial. Saat itu, Ria dikabarkan menjadi sasaran pembegalan ketika mengantarkan barang pesanan pelanggan menggunakan sepeda motor. Informasi tersebut kemudian menyebar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di wilayah tersebut.
Namun, setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, keluarga memastikan bahwa peristiwa pembegalan yang dilaporkan sebelumnya tidak pernah terjadi. Masuri berharap kejadian itu menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun kesalahpahaman.
Wanita di Konsel Diduga Jadi Korban Begal saat Antar Pesanan, Polisi Buru Pelaku





