Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Alasan Hiu Paus Tampakkan Diri di Perairan Baubau, Warga Diminta Tak Interaksi Langsung

Alasan Hiu Paus Tampakkan Diri di Perairan Baubau, Warga Diminta Tak Interaksi Langsung
Hiu paus yang menampakkan diri di sekitar perairan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (26/7/2022).

Baubau – Kawanan hiu paus atau hiu tutul (Rhincodon typus) yang menampakkan diri di sekitar perairan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut menghebohkan warga setempat. Meski begitu, warga diminta tidak berinteraksi secara langsung dengan mamalia laut tersebut.

Penanggung Jawab Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah Kerja (Wilker) Kendari, Jupri, mengatakan alasan kemunculan hiu paus di sekitar perairan Kadolomoko adalah untuk mencari makanan seperti plankton dan ikan-ikan kecil lainnya. Menurut Jupri, kemunculan hiu paus di sekitar perairan Kadolomoko sudah biasa terjadi hampir setiap tahun.

“Kemunculannya di Baubau kalau kami lihat tiap tahun. Rutin masuk di kawasan itu, karena memang ada musim-musim tertentu, biasanya dia mencari makan ikan-ikan kecil,” kata Jupri kepada Kendariinfo, Kamis (28/7/2022).

Jupri menjelaskan, kawasan perairan di Kota Baubau memang menjadi jalur hiu paus untuk mencari makan. Bahkan di perairan Pulau Makassar, Selat Buton, dan Wawonii masih sering terlihat hiu paus. Jupri menduga tempat-tempat itu merupakan habitat sekaligus jalur hiu paus mencari makan.

“Biasanya kalau dia muncul secara bergerombol begitu, karena ada makanan. Kalau pengamatan kami selama menangani hiu paus ini, Pelabuhan Murhum Baubau, kawasan Pulau Makassar, Selat Buton, dan di bagian Wawonii juga sering muncul. Kami duga tempat-tempat itu habitat dan jalurnya,” jelas Jupri.

Baca Juga:  Lahan PT SCM di Konawe Diduga Habitat Anoa, BKSDA Klaim Satwa Belum Terusik

Meski tidak ada kasus yang berinteraksi langsung dengan hiu paus, warga tetap diminta menjaga jarak aman. Jupri mengungkapkan, berinteraksi langsung dapat menyebabkan hiu paus menjadi stres. Bagi manusia, ditabrak atau terkena sirip maupun ekor hiu paus dapat menyebabkan cedera serius.

“Tidak boleh berinteraksi langsung, apalagi memegang. Interaksinya itu harus ada jarak supaya menjaga dia tidak stres,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, aturan tentang perlindungan hiu paus ada di Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. Dalam aturan itu, perlindungan hiu paus yang dimaksud adalah seluruh siklus hidup dan bagian-bagian tubuhnya, kecuali untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

“Hiu paus ini dilindungi. Agar menjaga hiu paus tidak stres, masyarakat yang di situ untuk menjaga jarak, apalagi kalau ada perahu kena baling-baling,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Limbo Wantiro, Ilman Jaya Mahuri mengatakan, ikan hiu terbesar di dunia itu berjumlah lima ekor dan muncul di sekitaran pantai, Selasa (26/7) lalu sekitar pukul 12.00 WITA. Dia mengaku ikut menyaksikan langsung pemandangan tersebut.

“Kalau dulu biasanya hanya muncul satu atau dua ekor saja antara Juli sampai September. Jadi tiap tahun ada,” kata Ilham kepada Kendariinfo melalui sambungan telepon, Selasa (26/7).

Meski kerap muncul, kawanan hiu itu ikut menghebohkan warga karena muncul lima ekor secara bersamaan. Padahal sebelum-sebelumnya, hiu hanya muncul satu atau dua ekor saja di pinggiran pantai.

Baca Juga:  Tangkap Pengedar, Polres Kolut Temukan Sabu-Sabu di Atas Kandang Ayam

“Dulu cuma satu ekor saja, ini langsung banyak sekali makanya warga kaget juga,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ilham menyebut, dia menerima informasi munculnya hiu dari warga setempat. Dari informasi itu, Ilham mengecek secara langsung dan mengungkapkan bahwa hiu yang muncul berukuran sangat besar. Ilham mengaku, kawanan hiu dapat disaksikan dengan dekat di sekitar terminal Kelurahan Kadolomoko.

“Besar sekali, kalau mau lihat secara langsung bisa. Di situ kebetulan ada terminal di tengah laut, jadi bisa lihat dari pinggir pantai itu,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten