Ambulans Kehabisan Bensin, Bayi di Kendari Diduga Meninggal dalam Perjalanan

Kendari – Mobil ambulans kehabisan bensin, akibatnya bayi yang dirujuk dari Puskesmas Poasia ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari diduga meninggal dunia dalam perjalanan, Sabtu (12/3/2022).
Postingan Facebook bernama Fanleo menceritakan peristiwa yang dialami oleh keluarganya ini di media sosial.
“Tolong untuk petugas Puskesmas Poasia jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini,” kesalnya.
Awalnya, keluarganya akan melahirkan dan dibawa di Puskesmas Poasia sekitar jam 05.00 WITA. Sesampainya di sana, pasien masuk puskesmas dan sudah berjalan persalinan normal.
Selanjutnya, pihak puskesmas merujuk bayi tersebut ke RSUD Kota Kendari. Di perjalanan, mobil ambulans kehabisan bensin tepatnya di depan Citraland. Menurutnya, pengemudi ambulans bingung tanpa tindakan dan mobil bantuan ke RSUD Kota Kendari tak kunjung juga datang.
“Tolong pihak Puskesmas Poasia tegur keras petugas yang bertugas pagi itu. Sangat fatal buat saya tentang kejadian itu (ambulans kehabisan bensin). Kasian nyawanya orang,” tulisnya dalam akun Facebooknya.
Walhasil, bayi tersebut dikembalikan ke Puskesmas Poasia menggunakan driver Maxim online. Namun, sampai di puskesmas, bayi tersebut telah meninggal dunia dan nyawanya tidak dapat diselamatkan, sementara sang ibu masih mengalami pendarahan.
Dari video yang diterima Kendariinfo, seorang pria mengeluhkan pelayanan pihak Puskesmas Poasia. Dia menilai, petugas lalai sampai mobil ambulans kehabisan bensin.
“Kenapa bisa kronologisnya habis bensin di jalan. Seharusnya diperhatikan bu, masalahnya ini nyawa dibawa. Masa mobil ambulans habis bensin sementara bawa bayi,” kata pria itu.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Poasia, Hasmira membenarkan insiden tersebut. Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut.
“Kasusnya lagi diaudit internal oleh pihak Puskesmas. Nanti setelah diaudit baru kami tahu,” ujarnya singkat.





