Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Anak di Busel, Konawe, dan Muna Diduga Alami Gagal Ginjal Akut

Anak di Busel, Konawe, dan Muna Diduga Alami Gagal Ginjal Akut
Ilustrasi bayi kembar. Foto: Pixabay.

Sulawesi Tenggara – Anak di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga mengalami gagal ginjal terhadap anak.

Saat dikonfirmasi Kendariinfo pada Kamis (3/11/2022), Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sultra, Muhammad Ridwan mengatakan, jumlah konfirmasi kasus dugaan gagal ginjal di Sultra sejauh ini masih 3 laporan yang tersebar di beberapa wilayah.

“Data masih sama seperti kemarin yaitu 3 kasus,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Berdasarkan data himpunan Kendariinfo, tiga pasien terkonfirmasi merupakan anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Ketiganya berasal dari Buton Selatan (Busel), Konawe, dan Muna.

“Ketiganya meninggal dunia,” sebut Muhammad Ridwan.

Kasus pertama menimpa seorang bayi di bawah tiga tahun (batita) yang berasal dari Kabupaten Konawe. Bayi tersebut masih berusia 1 tahun 11 bulan, pasien itu mengalami kesulitan saat hendak buang air kecil, setelah itu orang tua bayi memberikan Paracetamol sirop karena anaknya juga sudah mengalami demam.

Setelah dirujuk ke Rumah Sakit di Kendari, nahas batita tersebut dinyatakan meninggal pada 20 Oktober 2022.

Pasien kedua menimpa seorang bayi berusia 9 bulan dari Busel. Batita tersebut mengalami gejala yang sama dengan pasien pertama yakni kesulitan untuk buang air kecil dan sesak napas.

Pasien kemudian dirujuk ke RS Palagimata, Baubau pada 18 Oktober 2022, namun batita itu dinyatakan meninggal dunia pada 22 Oktober 2022.

Baca Juga:  CPNS 2021: 10 Instansi dengan Jumlah Pelamar Terbanyak, Pemkot Baubau Terbawah

Kasus ketiga terkonfirmasi di Kabupaten Muna, di mana kasus dugaan gagal ginjal akut ini menimpa anak berusia 4 tahun 8 bulan.

Pasien dirujuk ke Rumah Sakit pada tanggal 22 Oktober 2022. Pasien tersebut memiliki keluhan yang sama dengan dua kasus sebelumnya yakni sulit buang air kecil dan demam seusai mengonsumsi Paracetamol sirop.

Balita tersebut dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 27 Oktober 2022 setelah menjalani perawatan selama 5 hari.

Kabid P2P Dinkes Sultra mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel pemeriksaan kesehatan ketiga pasien anak ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

ADVERTISEMENT

“Sudah dikirim sampel, tapi hasilnya belum keluar, jadi belum bisa dipastikan kalau penyebabnya gara-gara obat sirop,” pungkasnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten