Arsitek asal Sultra, Irsyad Kembali Raih Prestasi Internasional pada Kompetisi Desain di Italia

Sulawesi Tenggara – Masih kenal Muhammad Irsyad? Ya, dia adalah mahasiswa sekaligus arsitek asal Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diterima di 15 kampus dunia pada Juli 2022 lalu. Teranyar Irsyad bersama tim baru saja mendapat prestasi internasional yakni mendapat honorable mention pada kompetisi desain bangunan di Italia yang diselenggarakan oleh Terraviva.
Kompetisi desain bertajuk Terraviva Competition ini diikuti oleh berbagai elemen arsitek desainer dari berbagai belahan dunia seperti Amerika, Italia, Georgia, Germany, Canada, Mexico, Cina, Chile, Indonesia, India, Brazil, Argentina, Spain, Colombia, dan lain lain.
Saat dihubungi Kendariinfo, Irsyad mengatakan, desain arsitektur yang mereka lombakan mengusung konsep “The Regeneratif Tip Top.” Konsep ini yakni mencoba menawarkan konsep baru pada sebuah Tip Top Restaurant
yang ada di Kota Medan.

“Beberapa minggu kami gunakan untuk mencari lokasi yang strategis di seluruh penjuru Indonesia, awalnya memilih Kendari dan Medan sebagai alternatif. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan di Medan, dengan memilih Tip Top Restaurant sebagai lokasi kami,” katanya, Sabtu (5/8/2023).
Mahasiswa yang kini sedang melanjutkan studinya di Inggris itu menjelaskan, restoran yang dipilih telah kosong sejak corona, dibutuhkan upaya kreatif untuk menarik kembali pengunjung dengan mendesain ulang restoran tetapi tetap mempertahankan sisi historis dari bangunan tersebut.
“Kami menawarkan solusi regenerative untuk meningkatkan elemen-elemen historis dengan menambahkan garis besar seni dekorasi dari Melayu,” jelasnya.
Tip Top Restaurant sendiri, dibangun pada tahun 1934, saat itu orang Eropa merancang Kota Medan dan memperkenalkan arsitektur art deco yang dalam penerapannya bercampur dengan iklim tropis dengan nuansa arsitektur Melayu Indonesia.

Berkait ide desain dan eksekusi yang dirasa oleh dewan juri pas dan memenuhi syarat, Irsyad beserta tim yang terdiri atas Edi Syahwaner Nasution (Padang lawas, Sumatra Utara), Elicia Javiera (Pontianak, Kalimantan Barat), Ronaldo Lubis (Jakarta Timur, DKI Jakarta), Muhammad Zaki (Agam, Sumatra Barat), Endri Mutia Zuhra (Jakarta Timur, DKI Jakarta) menerima penghargaan honorable mention dari kompetisi tersebut.
“Kami memperoleh honorable mention dalam international design competition “Hybrid Coworking” Organized by Terraviva di Milan, Italia. Ini didapatkan melalui 2 proses/round. Beberapa minggu lalu kami mendapatkan email bahwa kami menjadi finalist dan lolos ke second round,” tambahnya.
“Alhamdulillah kemarin, Rabu (4/8) kami mendapatkan kabar baik bahwa kami mendapatkan honorable mention dan menjadi satu-satunya peserta yang berasal dan Indonesia yang bisa masuk menjadi finalis di ajang dunia tersebut,” imbuhnya.
Irsyad melanjutkan bahwa untuk masuk ke ajang tersebut bahkan menjadi finalis sekalipun tidaklah mudah. Untuk masuk ke dalam nominasi tentunya harus mengikuti aturan dan visi dari kompetisi ini dalam menciptakan coworking space “in order to keep up with current dynamics of remote work, it is clearly time to rethink these spaces in a more flexible and creative way”.





