Baru Sadarun Masuk Bursa Pilrek UHO Kendari, Bawa Isu AI untuk Ubah Sistem Kampus

Kendari – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026 – 2030 mulai memanas setelah Baru Sadarun resmi mengambil langkah maju sebagai bakal calon rektor, Kamis (21/5/2026).
Saat mendaftarkan diri di Sekretariat Panitia Pilrek UHO Kendari, Baru Sadarun membawa gagasan yang cukup mencuri perhatian, yakni mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara lebih luas dalam sistem kampus.
Ia menilai perkembangan teknologi sudah tidak bisa dihindari dan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi, termasuk dalam tata kelola akademik maupun administrasi kampus.
“Hal-hal yang sudah berjalan baik pada kepemimpinan sebelumnya tentu perlu dipertahankan. Tetapi kalau masih ada kekurangan, maka harus dicari solusi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Baru menyebut pemanfaatan AI bisa diterapkan di berbagai sektor di lingkungan UHO Kendari, mulai dari sistem administrasi berbasis paperless atau tanpa kertas, penguatan kuliah daring, hingga mendukung seminar dan kerja sama akademik tanpa terhambat jarak maupun waktu.
Menurutnya, teknologi AI juga mampu mempercepat pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang jika dilakukan secara manual, khususnya dalam analisis data penelitian.
“AI ini sebetulnya alat bantu yang penting dimanfaatkan. Contohnya pada analisis data kelautan, yang biasanya memakan waktu lama ketika dikerjakan manual, kini bisa dilakukan lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi tersebut juga berpotensi memperkuat riset-riset kompleks dan berisiko tinggi, termasuk penelitian potensi sumber daya laut di wilayah perairan dalam. Meski demikian, ia menegaskan AI tetap tidak bisa menggantikan peran manusia dalam menentukan keputusan maupun menyusun kesimpulan ilmiah.
Di tengah persaingan Pilrek UHO Kendari, Baru juga menyoroti pengalaman kepemimpinannya saat memimpin Jurusan Ilmu Kelautan. Ia mengeklaim jurusan tersebut berhasil meraih akreditasi internasional pada masa kepemimpinannya dan menjadi satu-satunya di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang memperoleh capaian tersebut.
“Yang utama itu membangun kolaborasi dan sinergi bersama. Kalau semua pihak bisa bekerja sama dengan baik, hasilnya juga akan maksimal untuk kemajuan UHO Kendari,” pungkasnya.





