Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Bawa Tenun dari Mekongga, Fashion Designer asal Kolaka Jadi Best Student IFI

Bawa Tenun dari Mekongga, Fashion Designer asal Kolaka Jadi Best Student IFI
Nur Hikmah Ramli (Tengah) bersama model empat koleksi busananya saat fashion show wisuda Islamic Fashion Insitute 2022. Foto: Isitmewa.

KolakaFashion designer asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Nur Hikmah Ramli (25) berhasil menjadi Best Student di Islamic Fashion Institute (IFI) dengan menampilkan Tenun Mekongga pada acara Fashion Show Wisuda (Haflatu At-Takhorruj) Batch XI yang berlangsung di Bandung, Selasa (27/9/2022).

Paris Van Java menjadi tema utama Fashion Show yang dipersembahkan untuk para Graduaters FI tersebut. Pada acara itu lulusan yang diwisuda sebanyak 16 orang.

Saat acara itu, IFI juga memberikan penghargaan kepada para Graduaters dengan kategori The Best Stylist (Fathya Azzahra), The Best Presentation (Tsaltsa Isrina Bsy), The Best Design For Zero Waste (Diazty Revina Magfirani), dan The Best Performance (Siti Wahyu Hardianti), serta The Best Student (Nur Hikmah Ramli).

Saat dikonfirmasi Kendariinfo, Nur Hikmah Ramli mengatakan, dirinya membuat rancangan kostum dengan memadukan tenunan khas Mekongga pada sentuhan busana muslimahnya.

“Tema busana kali ini, adalah khasanah budaya Mekongga, saya memanfaatkan bentuk wonua sorume atau negeri anggrek dalam sentuhan busana saya,” kata Nur Hikmah Ramli, Jumat (30/9/2022).

Koleksi ini juga mengimplementasikan warna tenun Sulawesi Tenggara (Sultra), yaitu tenun ikat dengan motif rumah adat suku Mekongga dan unsur budaya, sehingga menambah nilai filosofisnya.

“Ada empat koleksi budaya yang saya tampilkan, dengan gaya exotic dramatic dipadukan dengan contemporary style dikemas unik dan kreatif,” tambahnya.

Baca Juga:  Dugaan Pungli di Pantai Toronipa Konawe Ramai Diperbincangkan di Medsos

Koleksi busana ini diperuntukkan bagi wanita berusia 20-40 tahun yang menyukai busana bergaya etnik, tetapi tidak meninggalkan unsur modern yang dikemas dengan sentuhan kain tradisional tenun.

Setelah keluar sebagai best student, Nur Hikmah Ramli mengungkapkan rasa bangganya, dia menuturkan, hal ini membuktikan bahwa kain tenun daerah bisa bisa bersaing di kancah nasional, maupun internasional.

“Ya, ini bisa menjadi bukti bahwa kita bisa bersaing dan tentunya dapat meningkatkan nilai ekonomis dari anak-anak muda di daerah,” pungkasnya.

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten