Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Bhayangkari Brimob di Kendari yang Dituduh Selingkuh dengan Oknum TNI Buka Suara

Bhayangkari Brimob di Kendari yang Dituduh Selingkuh dengan Oknum TNI Buka Suara
Bhayangkari berinisial W (kanan) bersama kuasa hukumnya, Muhammad Saleh (tengah) saat memberikan keterangan resmi terkait penggerebekan di Kota Kendari. Foto: Kendariinfo. (21/4/2026).

Kendari – Seorang bhayangkari berinisial W di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya buka suara terkait tuduhan perselingkuhan dengan seorang oknum TNI yang sempat viral. Melalui kuasa hukumnya, pihak W membantah keras seluruh tudingan yang beredar di masyarakat.

Kuasa hukum W, Muhammad Saleh, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Brimob Polda Sultra yang telah memberikan atensi kejadian tersebut. Ia menegaskan, narasi yang berkembang selama ini tidak sesuai fakta.

“Jadi kami berterima kasih atas atensi dari Brimob dengan adanya permintaan maaf dari anggotanya yang merupakan suami dari klien kami. Sehingga kami membantah adanya narasi yang beredar, karena itu adalah fitnah yang luar biasa,” ujarnya saat ditemui Kendariinfo di salah satu coffee shop di Kendari, Selasa (21/4/2026).

Saleh meluruskan kliennya sudah sepakat tidak tinggal serumah sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan, proses perceraian disebut telah diajukan secara resmi.

Lebih lanjut, pihak W juga menantang pembuktian medis untuk membantah tuduhan perzinaan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, kliennya siap menjalani visum kapan saja.

“Terkait tuduhan perzinaan, klien kami siap divisum untuk membuktikan bahwa itu semua tuduhan dan pembohongan massal adanya perzinaan,” tegasnya.

Sementara itu, W secara langsung juga membantah keras tudingan tersebut. Ia mengaku tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan dalam video yang beredar.

W juga menyoroti keberadaan alat kontrasepsi yang disebut-sebut ditemukan saat penggerebekan. Ia menilai barang tersebut tidak ada saat kejadian berlangsung.

Baca Juga:  Abdul Musawir Yahya Terpilih Jadi Ketum DPP IMM Periode 2021 - 2023

“Alat kontrasepsi itu tidak ada saat mereka masuk, tapi kenapa pas kami sudah pergi, itu sudah ada dan divideo lalu disebarkan,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan kronologi singkat peristiwa tersebut. Menurut W, dirinya hanya meminta bantuan seorang kenalan yang merupakan anggota TNI untuk keperluan tertentu.

“Saya awalnya mau menyuruh adik sepupuku untuk membeli sesuatu kepentingan kantorku, tapi ternyata dia tidak bisa karena ada tugas. Karena saya kenal akrab teman yang TNI ini, maka saya minta tolong dijemput untuk pergi beli perlengkapan, tapi tiba-tiba langsung digerebek,” jelasnya.

W mengakui sempat menutup pintu kamar, namun membantah keras tuduhan perzinaan. Ia kembali menegaskan siap menjalani pemeriksaan medis untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.

Ia juga meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan fitnah yang dialaminya. W merasa dirugikan atas penyebaran video dan narasi yang tidak benar.

W menambahkan, dirinya memilih tinggal di indekos karena sudah tidak lagi harmonis dengan suaminya. Ia menegaskan tempat tinggal yang didatangi tersebut merupakan hasil usahanya sendiri.

“Saya menyewa kos karena sudah tidak akur dengan suami, jadi saya memilih tinggal di kos-kosan karena itu rumah dia,” tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan video yang diterima Kendariinfo, suami W inisial A meminta maaf atas beredarnya video penggerebekan yang menyeret institusi Polri. Ia menegaskan persoalan ini merupakan urusan keluarga secara pribadi.

Baca Juga:  Pemkot Kendari dan Baubau Siapkan 2 Pakaian Adat untuk Dikenakan Jokowi pada HUT ke-77 RI

“Saya atas nama keluarga memohon maaf atas beredarnya video yang viral di media sosial keluarga saya. Dengan ini saya menyatakan bahwa persoalan itu murni urusan keluarga saya. Dan tidak ada keterkaitannya dengan kedinasan saya sebagai anggota Polri,” bebernya.

Ia kembali menegaskan permohonan maaf. Dia menuturkan akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan pribadi tersebut dengan tidak menyeret nama institusi Polri.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait video viral. Saya memohon maaf kepada Polri dan komandan saya, rekan-rekan di Brimob, keluarga saya. Saya akan menyelesaikan permasalahan keluarga saya ini,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, W digerebek bersama oknum anggota TNI di sebuah indekos (sebelumnya ditulis penginapan) di kawasan Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari Jumat (17/4) malam.

Skandal Dugaan Perselingkuhan Libatkan Oknum TNI dan Bhayangkari Brimob Terbongkar di Kendari

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten