Blue Moon 31 Mei 2026 Bakal Hiasi Langit, BMKG Kendari: Bulan Terlihat Lebih Kecil
Kendari – Fenomena blue moon yang bakal menghiasi langit pada 31 Mei 2026 dipastikan membuat bulan terlihat lebih kecil dari biasanya. BMKG Stasiun Geofisika Kendari menyebut kondisi itu terjadi karena bulan berada di titik terjauh dari bumi saat puncak fase purnama.
Fungsional PMG Ahli Madya BMKG Stasiun Geofisika Kendari, Imanuela Indah Pertiwi, menjelaskan blue moon merupakan istilah untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender.
“Tanggal 31 Mei 2026 merupakan bulan purnama kedua di bulan Mei setelah sebelumnya terjadi pada 2 Mei 2026, sehingga disebut blue moon bulanan,” jelasnya kepada Kendariinfo, Senin (25/5/2026).
Fenomena ini tergolong langka karena hanya terjadi sekitar dua hingga tiga tahun sekali. Sebelumnya, blue moon terakhir muncul pada 19 Agustus 2024.
Menurut Imanuela, saat blue moon terjadi nanti, bulan berada pada jarak 406.135 kilometer dari bumi. Kondisi tersebut membuat ukuran bulan tampak lebih kecil dibanding biasanya dan dikenal sebagai purnama apogee atau minimoon.
Fenomena blue moon sendiri akan berlangsung mulai pukul 08.45 UTC atau 15.45 WIB, 16.45 Wita, dan 17.45 WIT. Bulan Purnama dapat diamati setelah matahari terbenam apabila cuaca cerah dan langit tidak berawan.
Meski bernama blue moon atau bulan biru, bulan tidak akan berubah warna menjadi biru. Bulan tetap terlihat abu-abu keputihan atau kekuningan seperti biasanya.
“Istilah blue moon merupakan ungkapan untuk sesuatu yang sangat jarang terjadi, ‘once in a blue moon’,” katanya.
Ia menjelaskan, bulan yang tampak biru hanya dapat terjadi akibat kondisi atmosfer tertentu, seperti adanya abu vulkanik, debu, atau asap tebal di atmosfer.
Salah satu contohnya terjadi setelah letusan besar Gunung Krakatau tahun 1884 yang menyebabkan bulan dan matahari tampak kebiruan di sejumlah wilayah belahan bumi utara selama berbulan-bulan.
Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada 24 September 1950 akibat asap kebakaran hutan besar di Alberta Utara, Kanada, yang membuat warna matahari dan bulan terlihat tidak biasa.
Selain blue moon, terdapat pula fenomena black moon, yakni kondisi ketika dalam satu bulan tidak terjadi bulan purnama sama sekali.
BMKG menyebut blue moon musiman berikutnya baru akan kembali terjadi pada 21 Agustus 2032.
