Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

By-pass Waruruma, Ikon Baru yang Jadi Tongkrongan Hits Anak Muda di Baubau

By-pass Waruruma, Ikon Baru yang Jadi Tongkrongan Hits Anak Muda di Baubau
Pengunjung duduk santai di tanggul pemecah gelombang By-pass Waruruma sambil menikmati matahari terbenam. Foto: Kendariinfo. (14/1/2023).

Baubau – Indonesia saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah hingga pelosok, baik jembatan, bendungan hingga jalan raya. Pembangunan tersebut guna kepentingan publik semata. Dampaknya, di beberapa titik menciptakan pemandangan baru yang bisa dinikmati masyarakat luas selain pemanfaatannya sebagai upaya peningkatan perekonomian.

Seperti halnya pembangunan infrastruktur jalan raya. Banyak jalanan yang diciptakan dengan pemandangan yang cantik dan elok, bahkan beberapa ruas jalan di Indonesia sempat viral saking indahnya. Nah, mungkin Kota Baubau menjadi salah satu di antara pembahasan kali ini.

Sebagai salah satu kota besar di Sulawesi Tenggara (Sultra), Baubau tak pernah sepi saat waktu siang maupun malam hari. Pusat kotanya kerap menjadi tujuan anak-anak muda untuk menghabiskan akhir pekan. Sebut saja Pantai Kamali dan Kotamara. Baru-baru ini, ternyata warga Baubau punya satu lagi tempat nongkrong yang tak kalah hits dari lainnya.

Pengunjung duduk santai di tanggul pemecah gelombang By-pass Waruruma sambil menikmati matahari terbenam.
Pengunjung duduk santai di tanggul pemecah gelombang By-pass Waruruma sambil menikmati matahari terbenam. Foto: Kendariinfo. (14/1/2023).

Yakni By-pass Waruruma. Lokasi ini merupakan proyek pembangunan untuk peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan yang menghubungkan Waruruma-Bungi. Ikon baru ini terletak di Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Karena merupakan infrastruktur baru dan memiliki satu kelebihan dengan suasananya, terlebih saat sore hari hingga malam, banyak anak-anak muda sekitar memanfaatkan tempat tersebut menjadi tempat tongkrongan baru.

Belakangan ini, tempat tersebut ternyata sangat digemari oleh kalangan anak-anak muda. Potongan-potongan video beredar di media sosial menampilkan keramaian dan keindahan matahari terbenam saat menjelang sore hari. Salah satu daya tarik tempat itu sebenarnya karena pembangunan jalan berada di laut, sehingga membuat panorama matahari terbenam memang sangat cocok disaksikan di tempat itu.

Akses jalan tersebut ternyata masih sangat mulus karena belum lama diresmikan untuk dilalui kendaraan. Posisi jalan itu cukup strategis karena menurun dari jalan poros. Sehingga dari atas, kita bisa melihat dengan jelas alur jalannya. Infrastruktur tersebut dibangun oleh pemerintah dengan dua jalur, trotoar hingga tanggul penahan gelombang. Lampu penerangan jalan juga dipasang mengikuti alur by-pass tersebut.

Baca Juga:  KRI Dewaruci Akan Sandar di Baubau pada 8 - 10 Juni 2022

Pengunjung memanfaatkan tanggul penahan ombak yang dibangun sepanjang jalan by-pass untuk dijadikan tempat duduk dan bersantai sambil menikmati suasana sore hari. Beberapa titik juga kerap digunakan anak-anak untuk berenang di laut. Di sepanjang bahu jalan by-pass ini juga banyak masyarakat sekitar yang menjajakan makanan dan camilan untuk menemani santai kalian. Jadi, tidak perlu khawatir jika datang ke tempat ini dalam kondisi lapar.

Pengunjung duduk santai di tanggul pemecah gelombang By-pass Waruruma sambil menikmati matahari terbenam.
Pengunjung duduk santai di tanggul pemecah gelombang By-pass Waruruma sambil menikmati matahari terbenam. Foto: Kendariinfo. (14/1/2023).

Sambil menunggu detik-detik matahari turun ke peraduan, di tempat itu bisa sekaligus menikmati suara deburan ombak dan menyaksikan panorama laut yang menenangkan. Di waktu tertentu, kita bisa melihat kapal-kapal tersusun rapi dengan ukuran besar yang berada di tambat labuh kawasan Pelabuhan Murhum Baubau yang hendak sandar ataupun lepas tali.

Beberapa hari lalu, Kendariinfo yang dibuat penasaran menyempatkan untuk mendatangi tempat tersebut. Kawasan itu mulai dikunjungi orang-orang sekira pukul 15.30 Wita. Kebanyakan, para pengunjung berasal dari arah pusat Kota Baubau dengan melewati jalan poros Kadolomoko menggunakan kendaraan roda dua. 

Saat menjelang matahari terbenam, kawasan tersebut akan lebih dipadati lagi. Ketika gelap menyergap, suasana akan bertambah syahdu. Lampu-lampu penerangan menghiasi jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer tersebut.

Ada yang datang bersama keluarga, sahabat, hingga orang-orang terkasih untuk sekadar menikmati akhir waktu siang di hari itu. Berkumpul dengan orang terdekat sekaligus merekam momen seru harus dilakukan saat pergi ke tempat ini. 

“Saya datang sama teman-teman kampus. Karena tadi ada jam kuliah sore maka kami janjian untuk kesini sama-sama. Kalau tidak salah baru dua kali kesini sama teman-teman juga karena kan sudah viral di mana-mana tempat ini,” kata Bintang kepada Kendariinfo, Jumat (14/1/2023).

Baca Juga:  Safari Dakwah ke Wakatobi, Ustaz Abdul Somad Didaulat Jadi Duta Wisata Religi

Dari pengakuan beberapa pengunjung, tempat ini memang memiliki daya tarik suasana saat matahari kembali ke peraduannya. Ketika semburat merah tergores di ufuk barat, matahari perlahan jatuh ke laut, saat itu suasananya akan terasa berbeda usai berjam-jam menunggu. Memang, semua pengunjung rata-rata menunggu momen tersebut untuk diabadikan menggunakan kamera handphone milik mereka.

ADVERTISEMENT

Dari sekian banyak pengunjung, memang tempat ini kebanyakan didatangi oleh kalangan muda-mudi. Mereka menghabiskan waktu bersama sahabat dan orang-orang terkasih hingga gelap tiba. Mereka juga menghabiskan malam bersenda gurau ditemani gelap dan suara deburan ombak.

“Di sini yang pertama pasti daya tariknya karena bisa melihat matahari terbenam di atas laut. Terus ramai orang yang datang dan banyak warga yang menjual makanan dan camilan. Jadi memang cocok sekali tempat ini untuk bersantai di sore hari,” ungkap Siska, salah satu mahasiswi Kota Baubau.

Mira, salah satu pengunjung by-pass Waruruma mengungkapkan harapannya agar masyarakat bisa menjaga kawasan tersebut tetap bersih dan sedap dipandang. Selain itu, Mira meminta agar pengunjung tidak asal memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan karena bisa menghambat dan mengganggu peruntukkan infrastruktur tersebut sebagai jalan umum.

“Ya harapannya agar tempat ini bisa dijaga dengan baik, tidak membuang sampah sembarangan. Juga, memang di tempat ini sebenarnya tidak ada lahan parkir, tapi mungkin siapapun yang datang agar memarkirkan kendaraannya dengan rapi di bahu jalan agar pengendara lain tidak terganggu,” ujarnya.

Saat berada di tempat ini, pengunjung disarankan tetap memperhatikan keselamatan karena berada di kawasan jalur kendaraan dan juga tetap menjaga diri agar tidak terjatuh ke laut. Tepian laut yang dibatasi oleh pemecah ombak di sepanjang jalan ini cukup memiliki kedalaman. Terpenting, jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan untuk kenyamanan bersama.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten