Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Cerita Mahasiswi di Kendari Diduga Jadi Korban Begal Payudara saat Pulang dari Kampus

Cerita Mahasiswi di Kendari Diduga Jadi Korban Begal Payudara saat Pulang dari Kampus
Ilustrasi seorang pria hendak melakukan begal payudara. Foto: AI/Nanobanana.

Kendari – Seorang mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menjadi korban pelecehan seksual berupa begal payudara saat hendak pulang, Minggu (18/10/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita.

Kepada Kendariinfo, mahasiswi yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan bahwa saat itu ia hendak pulang seorang diri menggunakan sepeda motor setelah mengikuti kegiatan di kampus. Ia pulang dari FKIP menuju kawasan Perumahan Dosen (Perdos) UHO Kendari.

Namun, saat tiba di perempatan Fakultas Pertanian UHO, tiba-tiba seorang pria mengikuti dirinya menggunakan sepeda motor.

“Pas di perempatan Fakultas Pertanian, saya diikuti sama pelaku. Saya belok kanan menurun ke SDN 100 Kendari, terus dia ikuti saya dan pepet dari belakang. Posisi jalan di situ memang agak sepi,” ungkapnya, Rabu (21/10).

Merasa tidak nyaman karena terus diikuti dari belakang, ia berusaha menepi secara perlahan untuk memberikan jalan kepada pengendara tersebut.

Namun, saat berada sejajar di sisi kanan, pria itu diduga melakukan aksi pelecehan dengan mengarahkan tangannya ke bagian payudara di kawasan Perdos UHO Kendari.

“Karena risih dipepet dari belakang, saya pelan-pelan ke kiri untuk kasih dia jalan. Pas dia di sebelah kanan saya, dia pepet ke kiri dan tangannya menuju ke payudara saya,” tuturnya.

Ia mengatakan, tangan pelaku tidak mengenai bagian tubuhnya, melainkan hanya mengenai jaket yang dikenakannya di sisi kanan. Ia pun langsung berteriak saat kejadian tersebut berlangsung.

“Karena dia tidak sampai, yang dia dapat hanya jaket saya sebelah kanan. Saya langsung berteriak,” katanya.

Korban mengaku sempat melihat ciri-ciri pengendara yang diduga melakukan aksi tersebut. Pria itu disebut mengenakan helm kuning jenis bogo tanpa kaca pelindung serta menutupi wajahnya menggunakan masker atau kain berwarna hitam.

Menurutnya, kendaraan yang digunakan diduga merupakan sepeda motor Yamaha Nmax atau Aerox berwarna merah. Meski demikian, korban mengaku tidak dapat memastikan apakah kendaraan tersebut memiliki pelat nomor karena tidak melihatnya dengan jelas.

Setelah ia berteriak, pengendara tersebut disebut berhenti dan kemudian memutar balik kendaraannya ke arah kampus.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten