Damkarmat Catat 300 Kebakaran di Kendari Sepanjang September 2026

Kendari – Sebanyak 300 kejadian kebakaran tercatat terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sepanjang September 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan kebakaran lahan yang diduga dipengaruhi kondisi kemarau.
Kepala bidang (Kabid) Penyelamatan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Darmawan, mengatakan berdasarkan data yang ada, di bulan September terdapat sebanyak 238 kejadian atau sekitar 79,3 persen yang merupakan kebakaran lahan.
“238 untuk jumlah kebakaran lahan atau sekitar 79,3 persen,” ujarnya kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp, Selasa (29/9/2026).
Kondisi cuaca yang cenderung kering selama musim kemarau disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Selain itu, terdapat 40 kejadian kebakaran yang berkaitan dengan korsleting listrik dan 14 kebakaran akibat hal yang tidak terduga. Sementara sisanya, sebanyak 8 kejadian tercatat belum diketahui penyebabnya.
“Kebakaran yang tidak diketahui sebabnya ada 8 kejadian. Kemudian akibat korsleting listrik 40 kejadian,” ucapnya.
Tingginya angka kebakaran lahan menjadi perhatian karena kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan meluas. Terlebih, pada musim kemarau, vegetasi yang mengering dapat menjadi bahan yang mudah terbakar.
Kebakaran lahan juga berpotensi terjadi ketika masyarakat melakukan aktivitas pembakaran di sekitar area terbuka. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar apabila kondisi angin dan lingkungan mendukung.
“Pemicunya kalau dari kebakaran lahan ini, biasanya akibat kesadaran warga yang kurang untuk tidak membakar sampah sembarang tempat. Itu kan biasa dibakar warga terus mereka tinggalkan, jadi apinya tidak terkontrol,” ucapnya.
Sementara itu, kebakaran akibat korsleting listrik menjadi salah satu penyebab lain yang tercatat sepanjang September. Kondisi instalasi listrik maupun penggunaan peralatan listrik perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Dengan tingginya jumlah kejadian selama September, kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan, khususnya selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan memastikan sumber api benar-benar telah padam setelah melakukan aktivitas pembakaran.
Selain itu, pengecekan terhadap instalasi listrik di rumah maupun bangunan juga penting dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran yang disebabkan korsleting.
Data 300 kejadian tersebut menggambarkan tingginya potensi kebakaran di Kendari sepanjang September 2026, dengan kebakaran lahan menjadi kategori yang paling banyak tercatat.





