Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Demo di DPRD dan Polres Kolaka, Hipmas Minta Kasus Kematian Firdaus Diusut Tuntas

Demo di DPRD dan Polres Kolaka, Hipmas Minta Kasus Kematian Firdaus Diusut Tuntas
Himpunan Pelajar Mahasiswa Samaturu (Hipmas) Samaturu berunjuk rasa di Kantor DPRD Kolaka terkait sejumlah keganjalan kematian almarhum Firdaus. Foto: Istimewa. (1/9/2022).

Kolaka – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar, Mahasiswa Samaturu (Hipmas) menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD dan Polres Kolaka, Kamis (1/9/2022) lalu. Mereka meminta agar kasus kematian staf Pengadilan Agama Kabupaten Kolaka, Firdaus diusut tuntas.

Massa awalnya berkumpul di Kecamatan Samaturu lalu bergerak ke Kantor DPRD Kolaka. Setelah berorasi dan ditemui perwakilan DPRD, massa selanjutnya bergerak ke Polres Kolaka.

Pengunjuk rasa, Lilis Selfiani mengatakan, ada delapan tuntutan yang mereka bawa terkait kejanggalan-kejanggalan dalam pengungkapan kasus kematian Firdaus.

“Kami menilai proses pengungkapan kematian Firdaus banyak terjadi kejanggalan. Pokoknya banyak sekali kejanggalannya,” kata Lilis kepada Kendariinfo, Sabtu (3/9).

Dalam tuntutan-tuntutannya, massa meminta DPRD Kolaka turut aktif dan serius dalam menyikapi persoalan tersebut. Mereka juga meminta DPRD Kolaka agar ikut mendalami penyebab kematian Firdaus yang dinilai masih janggal hingga sekarang.

“Kami mendesak Komisi I DPRD Kolaka agar lebih serius menyikapi dan mendalami kasus tersebut,” ujarnya.

Sementara di Polres Kolaka, massa meminta agar motif asmara yang disebutkan sebagai penyebab pelaku membunuh korban tersebut dibuktikan.

Selain itu, polisi diminta mendalami keterangan saksi utama bernama Iin. Sebab, pihaknya menilai banyak ketimpangan informasi yang disampaikan. Tidak hanya itu, para massa itu juga meminta kepada polisi untuk tidak melibatkan dokter forensik dari luar Sultra saat pelaksanaan autopsi nanti.

Baca Juga:  Terminal Tipe A di Puuwatu Akan Difungsikan Kembali pada Tahun 2022

“Rekonstruksi ulang pada 23 Agustus lalu juga kontradiktif antara keterangan saksi dan pelaku. Olehnya itu kami meminta polisi mendalami rekonstruksi ulang tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, adik Firdaus, Firman, berterima kasih atas dukungan para pengunjung rasa. Dia menyebut aksi yang mereka lakukan murni inisiatif dari mahasiswa tanpa campur tangan pihak keluarga.

“Kami keluarga juga berterima kasih. Ini inisiatif mereka sendiri, bukan dari keluarga,” singkat Firman.

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten