Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Baubau

Demo Polemik Seleksi Sekda dan Dugaan Arogansi Anggota DPRD Baubau Berujung Ricuh

0
0
Demo di Kantor DPRD Baubau diwarnai aksi saling dorong antara massa dan Satpol PP. Foto: Istimewa. (27/4/2026).

Baubau – Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), berujung ricuh, Senin (27/4/2026). Unjuk rasa ini dipicu polemik seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Baubau serta video viral dugaan arogansi salah seorang anggota DPRD, Hasan Basri.

Kericuhan bermula saat massa aksi dilarang membakar ban oleh Satpol PP. Berdasarkan video yang beredar, suasana memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara petugas dan demonstran.

Aksi tersebut membawa dua tuntutan utama, yakni meminta pembatalan seleksi Sekda Kota Baubau serta mendesak penjelasan terkait dugaan sikap arogan anggota DPRD saat menghadapi massa pada aksi sebelumnya.

Sebelumnya, mahasiswa sempat menggelar aksi di Kantor Wali Kota Baubau dan bertemu Sekda La Ode Darussalam untuk menyampaikan aspirasi. Namun, pertemuan itu dinilai tak memberi solusi sehingga massa melanjutkan aksi ke DPRD Baubau.

Di halaman kantor DPRD Baubau, mahasiswa sempat membakar ban bekas hingga asap hitam membumbung tinggi. Petugas Satpol PP kemudian berupaya memadamkan api menggunakan air, yang memicu ketegangan.

Situasi sempat kondusif, namun kembali memanas setelah terjadi lemparan gelas air mineral. Kericuhan pun tak terhindarkan hingga aparat kepolisian turun tangan melerai.

Beruntung, personel Polres Baubau sigap mengendalikan situasi sehingga aksi tidak meluas. Demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan dialog antara mahasiswa dan pimpinan DPRD Baubau.

Ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi mahasiswa dan akan menindaklanjutinya melalui mekanisme resmi.

“Tadi kami sudah temui dengan baik teman-teman mahasiswa. Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, insyaallah akan kami tindaklanjuti,” ujar Ardin usai dialog.

Ia menegaskan DPRD akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dan mahasiswa guna membahas polemik seleksi Sekda Baubau secara terbuka.

“Kita akan gelar RDP bersama pemerintah dan mahasiswa. Besok kita undang Pemkot Baubau untuk hadir di DPRD,” katanya.

Selain itu, terkait dugaan arogansi seorang anggota DPRD, Ardin menyebut persoalan tersebut akan dibawa ke Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk diproses sesuai aturan. Mahasiswa juga berencana melayangkan laporan resmi ke BK sebagai bentuk keberatan.

Meski sempat diwarnai kericuhan, aksi demonstrasi tetap berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan berakhir dengan aman.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: