Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Demo Transparansi Anggaran UM Kendari, Mahasiswa dan Pengaman Kampus Nyaris Adu Jotos

Demo Transparansi Anggaran UM Kendari, Mahasiswa dan Pengaman Kampus Nyaris Adu Jotos
Massa aksi dari Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari saling dorong dengan pengaman kampus. Foto: Istimewa. (15/9/2025).

Kendari – Aliansi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari melakukan demonstrasi mendesak transparansi penggunaan anggaran. Aksi itu diwarnai ketegangan dan nyaris adu jotos antara pengunjuk rasa dan pengamanan kampus, Senin (15/9/2025).

Berdasarkan video yang diterima Kendariinfo, aksi awalnya berjalan damai, tetapi tiba-tiba diwarnai saling dorong. Mahasiswa dan pengaman kampus pun nyaris adu jotos di lokasi. Beruntung beberapa massa aksi dan pengaman kampus bisa meredamnya.

Ada beberapa tuntutan massa terkait transparansi penggunaan anggaran kampus. Di antaranya alokasi dana kuliah kerja amaliah (KKA), dana magang termasuk ke Jepang, hingga penggunaan dana pakaian olahraga UM Kendari 2023.

Ketua BEM UM Kendari, Ruslan, menegaskan aksi tersebut lahir dari keresahan mahasiswa terhadap pengelolaan anggaran kampus yang dinilai tidak transparan. Ia menyebut sejumlah alokasi dana masih menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa.

“Kami meminta transparansi alokasi dana kemahasiswaan seperti KKA, magang, hingga pengadaan baju olahraga. Semua harus dijelaskan secara terbuka oleh pimpinan kampus agar jelas dan berkeadilan,” ujar Ruslan melalui keterangan resminya, Senin (15/9).

Ia juga menyoroti persoalan regulasi KIP kuliah dan pembinaan yang menurutnya tidak jelas. Ruslan bahkan mendesak salah satu dekan dievaluasi, karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan anggaran.

“Selain itu, kami menuntut transparansi regulasi KIP kuliah yang selama ini tidak jelas alasannya. Kami menduga ada indikasi penggelapan dana, sehingga kami meminta agar dekan terkait segera dievaluasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Sengketa Tanah Belum Selesai, Warga Ultimatum Developer Perumahan Bumi Arum Kendari

Ketua UKM Pers AnalisaMu, Ahmad Baiquni, juga menyoroti sikap Rektor UM Kendari Muhammad, Nurdin, yang tidak mau menemui massa aksi.

“Tadi kita sudah hearing di dalam, tetapi rektor sempat tidak mau menemui massa aksi. Setelah negosiasi, akhirnya kami diperbolehkan masuk ke dalam, tetapi dia mau hanya 8 perwakilan saja, dan penyampaiannya tidak menjawab tuntutan kami,” bebernya.

Pertemuan itu hanya dilanjutkan Warek II UM Kendari Rasmuddin dan Warek III UM Kendari Yusuf dengan alasan rektor punya jadwal keberangkatan ke luar daerah.

“Saat hearing dengan rektor, beliau tidak menjawab solusi permasalahan di kampus. Diskusi dilanjutkan dengan diserahkan ke warek,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten