Detik-Detik Mak-Mak di Kendari Ngamuk saat Konstatering Lahan Eks PGSD, Polisi Dilempari Meja

Kendari – Suasana tegang mewarnai proses konstatering lahan Eks PGSD di Perempatan Wuawua, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (20/11/2025). Ratusan warga memadati lokasi sejak pagi untuk menolak kegiatan pengukuran lahan yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Kendari bersama Kantor Pertanahan Kendari.
Di barisan depan, kelompok mak-mak menjadi yang paling vokal menolak, hingga membuat aparat kepolisian dan satpol PP harus membentuk barisan pengamanan. Aksi awalnya berlangsung dengan orasi, namun situasi berubah panas ketika mak-mak maju membawa kayu sambil meneriakkan penolakan.
Mereka memukulkan kayu tersebut ke tameng polisi, mendorong barisan aparat, dan berusaha menembus garis pengamanan. Petugas dari kepolisian dan satpol PP berupaya menahan dengan cara persuasif, namun massa terus merangsek maju.
Ketegangan memuncak saat sebuah meja kayu tiba-tiba dilempar dari sisi jalan dan menghantam ke arah aparat. Polisi yang berada di depan sempat mundur beberapa langkah, sementara massa makin berteriak. Arus lalu lintas di sekitar lokasi ikut tersendat akibat kerumunan warga yang meluber ke badan jalan.
Dari video beredar di titik lainnya, aparat kepolisian mengamankan tiga warga yang dianggap memicu kericuhan. Mereka dibawa keluar dari titik aksi guna mencegah situasi makin memburuk. Belum diketahui tiga warga yang sempat diamankan.
“Belum ada laporan soal itu (warga diamankan),” kata Kasi Humas Polresta Kendari Iptu Haridin saat dikonfirmasi Kendariinfo.
Mak-mak bernama Linda mengungkapkan kekesalannya atas giat hari ini. Ia mengaku warga akan mempertahankan haknya.
“Tidak bisa, kami mau melindungi kami punya hak,” ujarnya.
Linda mengatakan warga akan mempertahankan tanah warisan keluarga. Ia menuturkan warga hanya meminta bukti kepemilikan yang dimiliki Pemprov Sultra.
“Kami hanya minta bukti kepemilikan Pemprov Sultra. Kami akan pertahankan tanah ini,” ujarnya.
Aksi Penolakan Konstatering Lahan Eks PGSD di Kendari Diwarnai Lemparan Batu, Warga Blokade





