Didaulat sebagai Pemimpin Visioner, Bupati Ruksamin Terima Penghargaan dari Organisasi Perdamaian Dunia

Konawe Utara – Organisasi Perdamaian Dunia atau The World Peace Organization (WPO) memberikan penghargaan kepada Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin atas prestasinya sebagai pemimpin yang visioner, Minggu (27/8/2023).
Presiden The World Peace Organization (WPO), Bambang Herry Purnomo mengatakan, Ruksamin didaulat sebagai salah satu nominator penerima Anugerah World Peace Award, atas penilaian tim sembilan yang terdiri atas akademisi dan para pakar yang memiliki kualifikasi untuk memberikan penilaian dan menetapkan setiap orang yang menerima penghargaan tersebut.
Anugerah World Peace Award ini diberikan sebab Ruksamin dinilai memiliki rekam jejak yang baik karena terus-menerus menyuarakan perdamaian dan salah satu tokoh yang selalu ikut berperan untuk menjaga perdamaian dunia.
“Ia dinilai aktif dalam kegiatan-kegiatan konkret seperti mendukung TNI dan Polri bersama semua elemen masyarakat menjaga perdamaian dan kebersamaan, dalam mengambil kebijakan yang tidak pernah ada diskriminatif, selalu dalam mengambil keputusan tanpa melihat perbedaan, suku bangsa dan agama,” katanya, Senin (28/8).
Bambang memperinci sejumlah prestasi yang telah diraih oleh Bupati Ruksamin yakni, Bupati Konut nekat mengejar pasien Covid-19 ke hutan belantara dan meyakinkan untuk segera isolasi tanpa hambatan. Tujuannya demi menyelamatkan warganya yang terpapar virus tersebut.
Saat terjadi banjir di Konut, Ruksamin memikul beras kepada korban banjir. Ia juga berhasil membuat prasasti perdamaian dari seluruh paguyuban se-Sultra yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas.
Selain itu, Ruksamin mampu mengaktifkan kebudayaan daerah maupun kebudayaan lainnya di Sultra, memberikan layanan pengobatan gratis bagi seluruh warga Konut dan membebaskan biaya sekolah seluruh peserta didik. Bukan hanya itu, Ruksamin juga telah membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menempuh kehidupan.
“Ada puluhan ribu warga transmigrasi yang mendiami Sultra. Sebarannya hampir di seluruh kabupaten di Sultra. Mereka punya hak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan meningkatkan derajat kesejahteraan secara ekonomi,” tambahnya.
Atas penghargaan itu, Bupati Ruksamin menyampaikan ucapan terima kasihnya. Ia memastikan warga transmigrasi di Sultra akan mendapatkan hak-hak mereka. Bahkan, salah satu program prioritas yang sedang ditempuh yaitu memastikan anak-anak transmigrasi, memperoleh pelayanan pendidikan yang layak.
“Bukan hanya jenjang pendidikan 9 tahun, namun didorong mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi,” tegasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sultra ini juga menggaungkan pendidikan gratis bagi mahasiswa. Ia menilai jika pendidikan gratis bagi masyarakatnya adalah hal penting sebab membantu meringankan beban orang tua mahasiswa. Ini juga disebut sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mencerdaskan generasi muda sebagaimana amanat UUD 1945 alinea keempat yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan mendorong kemudahan mahasiswa dalam berprestasi. Tentu ini bagian dari proses menciptakan generasi cemerlang sebagai pelanjut tongkat estafet kepemimpinan masa depan daerah maupun bagi bangsa dan negara. Kami Pemerintah Kabupaten Konut juga menyiapkan dana operasional tambahan untuk sekolah serta Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru yang belum mendapatkan sertifikasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Ruksamin menerima Anugerah World Peace Award tersebut bersama Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden pertama Indonesia, Soekarno yang akan diterima oleh ahli waris, serta tokoh-tokoh perdamaian dunia lainnya seperti Gubernur Sulawesi Tengah, Sultan Yogyakarta, Bupati Gowa, dan mantan Kepala BKKBN di Grand Sahid Hotel Jakarta, Minggu (27/8).





