Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Diduga Kehabisan Oksigen, Bocah 7 Tahun di Konawe Tewas Terkunci Dalam Mobil

Diduga Kehabisan Oksigen, Bocah 7 Tahun di Konawe Tewas Terkunci Dalam Mobil
Bocah 7 tahun bernama Rehan yang meninggal karena kehabisan oksigen dalam mobil pikap. Foto: Istimewa.

Konawe – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Rehan ditemukan tewas di dalam mobil pikap milik orang tuanya di Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Selasa (3/6/2025). Korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah terkunci selama beberapa jam di dalam mobil.

Ayah korban, Agusrin, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita saat ia, istrinya, dan Rehan pergi ke kebun yang berjarak tidak jauh dari rumah mereka menggunakan mobil pikap. Setibanya di kebun, Rehan dibiarkan bermain di sekitar kendaraan bersama sepupunya.

“Waktu itu saya dan istri sedang bekerja di kebun. Anak saya main di dekat mobil, masih terdengar suara anak-anak bermain,” ujar Agusrin.

Mobil pikap yang diduga membuat bocah usia 7 tahun bernama Rehan meninggal karena kehabisan oksigen.
Mobil pikap yang diduga membuat bocah usia 7 tahun bernama Rehan meninggal karena kehabisan oksigen. Foto: Istimewa.

Sekitar pukul 14.00 Wita, saat hendak pulang, Agusrin memeriksa mobil dan mendapati kaca mobil tertutup rapat. Saat mengintip ke dalam, ia melihat Rehan duduk diam seperti sedang tertidur.

“Saya pikir dia tidur. Tetapi waktu saya coba bangunkan, dia tidak bereaksi. Saya panggil istri saya, dan saat kami cek, ternyata dari hidungnya keluar darah,” lanjutnya.

Rehan langsung dibawa ke klinik terdekat di Asinua. Karena kondisinya kritis, pihak klinik menyarankan agar korban dirujuk ke RSUD Konawe. Namun sesampainya di rumah sakit, Rehan dinyatakan telah meninggal dunia.

Dugaan sementara, bocah malang itu meninggal akibat kehabisan oksigen setelah terlalu lama terkunci di dalam mobil yang tertutup rapat di bawah terik matahari.

Baca Juga:  Say Hai! Bulan Biru Bakal Hiasi Langit Minggu Malam Nanti

Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Kelurahan Asinua untuk disemayamkan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Pihak keluarga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat berada di sekitar kendaraan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten