Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Diduga Lakukan Penganiayaan, Ini Pengakuan Sekuriti RSUD Bahteramas

Diduga Lakukan Penganiayaan, Ini Pengakuan Sekuriti RSUD Bahteramas
RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. Kendariinfo. (13/9/2021).

Kendari – Kasus dugaan penganiayaan yang dialami salah seorang keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi buah bibir di masyarakat.

Pasalnya, korban berinisial AF (24) dikabarkan mendapat tindak kekerasan oleh dua orang sekuriti rumah sakit saat akan menjenguk ayahnya yang sedang kritis, Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 23.00 WITA.

Terkait insiden itu, sekuriti RSUD Bahteramas Sultra yang diwakili direktur perusahaan yang menaunginya, La Ode Zulfikar angkat bicara.

RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. Kendariinfo. (13/9/2021).

Dalihnya, saat itu istri korban datang bersama anaknya yang masih berusia di bawah 12 tahun. Sementara, dalam peraturan rumah sakit, tidak diperkenankan anak di bawah umur masuk ke ruangan pasien, mengingat masih adanya wabah Covid-19.

Kemudian sekuriti menyarankan agar anak korban dititipkan ke perawat atau pihak sekuriti yang bertugas.

“Tetapi istri korban ngotot mau masuk bersama anaknya. Tapi kami pihak sekuriti tidak memperbolehkan karena ini sudah prosedur rumah sakit. Kemudian dia menelepon suaminya yakni AF,” ujar Zulfikar kepada awak media saat ditemui, Minggu (17/4).

Lanjutnya, saat AF datang, ia kemudian melakukan perlawanan serta hendak memukul sekuriti yang menahan istri dan anaknya di pintu masuk rumah sakit. Saat keduanya adu mulut, anak dan istri korban langsung masuk ke ruangan pasien.

“Ketika terjadi keributan, anak dan istrinya masuk. Sementara dari awal kita sudah usulkan alangkah baiknya anaknya dititip saja,” lanjutnya.

Baca Juga:  8 Catar Akpol 2023 Dinyatakan Lulus Tingkat Polda Sultra, Selanjutnya Mengikuti Tes di Semarang

Sikap yang dinilai arogan itu yang kemudian membuat beberapa sekuriti yang sedang berjaga datang untuk mengamankan. Namun, seketika itu AF tetap memberikan perlawanan, bahkan sampai meludahi para petugas keamanan.

“Kami hanya ingin mengamankan bukan melakukan penganiayaan apalagi pengeroyokan. Inikan rumah sakit dan pengunjung harus taat SOP di sini,” jelasnya.

Dirinya berharap, persoalan ini tidak harus menjadi panjang serta dapat diselesaikan secara baik dan kekeluargaan antara korban dengan pihak rumah sakit.

“Harapan kami persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” harapnya.

Sebelumnya, seorang pria berinisial AF mendatangi Polsek Baruga untuk melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa sekuriti RSUD Bahteramas.

Kejadian itu bermula ketika istri dan anak AF yang berumur tiga tahun dilarang membesuk mertuanya (ayah AF) yang sedang kritis oleh salah seorang sekuriti di pintu masuk RSUD Bahteramas. Kemudian, sekuriti lainnya ikut mengeroyok AF.

Akibat tindakan penganiayaan yang dialami, AF menderita luka pada bagian telinga sebelah kanan dan sebagian badan mengalami memar.

Besuk Ayahnya yang Kritis di RSUD Bahteramas, Pria Ini Malah Dikeroyok Oknum Sekuriti

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten