Digitalisasi Sistem Pemilihan OSIS di SMPN 6 Kendari, Begini Cara Kerjanya

Kendari – Sebanyak 365 siswa, guru, dan tenaga tata usaha SMPN 6 Kendari menggunakan sistem pemungutan suara digital VoteVibe dalam pemilihan Ketua OSIS periode 2026 – 2027. Melalui sistem tersebut, sekolah mengubah proses pemilihan yang biasanya menggunakan surat suara menjadi pemungutan suara berbasis elektronik.
Pemilihan yang berlangsung di Lapangan Upacara SMPN 6 Kendari, Rabu (23/9/2026) lalu, itu menggunakan teknologi e-voting yang mencakup seluruh tahapan, mulai dari verifikasi pemilih hingga penetapan hasil penghitungan suara.
Sistem VoteVibe mengharuskan setiap pemilih memindai QR code identitas sebelum memberikan suara. Setelah identitas terverifikasi, pemilih dapat melihat foto, nama, serta visi dan misi pasangan calon yang bersaing.
Pemilih kemudian menentukan pilihan dan mengonfirmasinya melalui perangkat elektronik yang disediakan panitia. Sistem secara otomatis merekam suara sekaligus membatasi setiap pemilih agar hanya dapat menggunakan hak suaranya satu kali.
Berbeda dari sistem e-voting yang hanya mengandalkan penghitungan otomatis, VoteVibe juga menghadirkan mekanisme penghitungan digital dengan tampilan menyerupai penghitungan suara secara manual.
Guru SMPN 6 Kendari yang turut membantu mengembangkan VoteVibe, Herwin Hamid, mengatakan mekanisme tersebut dirancang untuk mempertahankan suasana penghitungan suara yang biasanya menjadi bagian dari pesta demokrasi.
“Jadi suasana penghitungan tetap terasa seperti pemilu manual, tetapi datanya sudah tersimpan dan dihitung oleh sistem,” jelas Herwin kepada Kendariinfo, Jumat (2/10).
Melalui mekanisme Manual-Style Digital Counting, suara yang tersimpan secara digital ditampilkan satu per satu sehingga pemilih dan peserta pemilihan tetap dapat mengikuti perkembangan perolehan suara setiap pasangan calon.
“Digitalisasi bukan berarti menghilangkan vibe atau kemeriahan pesta demokrasi. Justru kami mencoba membawa vibe tersebut ke dalam pengalaman digital,” ujarnya.
Kepala SMPN 6 Kendari, Sri Milaningsih, mengatakan penerapan VoteVibe merupakan upaya sekolah dalam memperkenalkan teknologi digital melalui praktik demokrasi. Inovasi tersebut juga sejalan dengan semangat Smart City yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
“Pemilihan Ketua OSIS tidak sekadar menjadi kegiatan untuk menentukan pemimpin organisasi siswa, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menggunakan teknologi dan menjalankan hak pilih,” katanya.
Istilah VoteVibe sendiri menggabungkan kata vote yang merepresentasikan hak suara dan vibe yang menggambarkan suasana serta kemeriahan pesta demokrasi.
Dalam pemilihan tersebut, dua pasangan calon bersaing memperebutkan posisi Ketua OSIS SMPN 6 Kendari, yakni Nur Ahmad-Nurcahya Kinanti dan Muh. Fikri Haykal-Fauziah.
Hasil penghitungan menunjukkan pasangan Nur Ahmad-Nurcahya Kinanti memperoleh 262 suara, sedangkan pasangan Muh. Fikri Haykal-Fauziah meraih 103 suara. Dengan hasil tersebut, Nur Ahmad dan Nurcahya Kinanti ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 6 Kendari periode 2026 – 2027.
Pihak sekolah mencatat pemilihan tersebut menjadi pengalaman pertama SMPN 6 Kendari menggunakan e-voting untuk pemilihan Ketua OSIS. Sekolah juga menyebut penerapan sistem tersebut sebagai yang pertama di tingkat SMP di Kota Kendari.
Selain mengurangi penggunaan kertas dan tahapan administrasi manual, VoteVibe memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal proses pemungutan suara digital, mulai dari verifikasi identitas hingga penghitungan hasil pemilihan.





