Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Dituding Lakukan Penyerangan, Anak Pria yang Terlibat Perkelahian dengan Imam Masjid di Kendari Buka Suara

Dituding Lakukan Penyerangan, Anak Pria yang Terlibat Perkelahian dengan Imam Masjid di Kendari Buka Suara
Pelaku berbaju kuning saat duel dengan korban di pelataran masjid. Foto: Istimewa.

Kendari – Dituding lakukan penyerangan, anak pria yang terlibat perkelahian dengan imam masjid di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) buka suara, Senin (11/12/2023).

Imam masjid tersebut bernama Andi Amsal. Ia terlibat perkelahian dengan seorang pria bernama Edi di depan Masjid Al Ikhlas, Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Minggu (3/12/2023) sore.

Anak Edi bernama Dila mengatakan, ayahnya sering melaksanakan salat di masjid tersebut. Bahkan, ia kerap kali bermalam di masjid tersebut sembari melakukan kegiatan bersih-bersih masjid setiap saat.

Terkait dengan video CCTV yang memperlihatkan sang ayah berkelahi dengan imam masjid di lokasi tersebut, Dila mengaku kaget. Bahkan, ia tidak terima jika ayahnya dituduh melakukan penyerangan dan disebut sebagai preman kampung.

“Ayahku bukan pelaku kriminal seperti yang disampaikan oleh imam masjid itu. Bisa dicek di mana saja, ayahku tidak pernah terlibat masalah hukum sebelumnya,” kesalnya.

Dila menerangkan, ia telah berkomunikasi dengan ayahnya. Namun, informasi yang beredar terkait ayahnya menyerang imam masjid tidak seperti yang diberitakan.

Sebelum kejadian, kata Dila, ayahnya telah berada di masjid tersebut. Namun, imam masjid tersebut tiba-tiba datang dan berwudu. Di saat yang sama, ayah Dila mendekati dan berencana memberitahu imam masjid tersebut terkait keluhan warga serta jemaah lainnya.

“Jadi, ada keluhan jemaah di masjid tersebut kepada pak imam. Tapi tidak ada yang berani sampaikan, bapak saya kebetulan yang paling tua, makanya dia sampaikan. Tapi imam masjid itu sepertinya tersinggung,” bebernya.

Selanjutnya, keduanya terlibat perkelahian. Dila menegaskan, dalam CCTV yang beredar, ayahnya memang mendekati imam masjid tersebut. Tetapi, yang memulai aksi perkelahian disebut oleh Dila diawali oleh si imam.

“Dari CCTV jelas sekali. Itu imam duluan yang seolah-olah memancing perkelahian. Dia ke halaman masjid kemudian dia buka baju dan menantang ayah saya berkelahi,” tambah Dila.

Saat keduanya berkelahi, ayah Dila menyadari bahwa umurnya sudah tua. Tentunya tenaga yang dimiliki tidak sebanding dengan kekuatan imam masjid. Bahkan, beberapa kali tendangan yang dilakukan imam masjid itu lebih banyak mengenai ayahnya.

Merasa tidak bisa melawan imam masjid itu, Dila mengaku bahwa ayahnya spontan mengambil barang-barang yang ada di lokasi kejadian untuk membela diri.

“Ayah saya spontan cari alat tapi tidak dapat. Makanya dia masuk dapur ambil pisau untuk membela diri. Itu imam masjid lari ke luar kemudian dia lemparkan lagi ayah ku pakai kayu mengenai kepalanya,” kesalnya.

Sementara itu, salah satu pengurus masjid berinisial J mengaku, imam masjid tersebut jarang ke masjid. Bahkan, beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus Masjid Al Ikhlas tidak dihadiri oleh Andi Amsal.

“Bahkan sampai saat ini imam masjid ini masih menerima gaji dari pengurus Masjid Al Ikhlas,” tuturnya.

Sama halnya yang disampaikan oleh salah seorang jemaah berinisial R. Ia mengaku, mereka sudah tidak senang dengan keberadaan imam masjid tersebut karena jarang datang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus masjid.

“Pada saat pelaksanaan salat, imam masjid ini sering alpa dalam memimpin salat,” katanya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menerangkan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Masih penyelidikan,” pungkasnya.

Pelaku Penyerangan Imam Masjid Kendari Ternyata Jemaah, Korban Akui Tak Punya Masalah dengan Pelaku

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten