Express Cantika 07 Resmi Diperkenalkan, Klaim Waktu Tempuh Kendari – Raha 2,5 Jam

Kendari – Kapal cepat Express Cantika 07 resmi diperkenalkan kepada publik dalam agenda peresmian yang digelar di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sabtu (7/2/2026). Armada milik PT Pelayaran Dharma Indah itu mulai beroperasi, Minggu (8/2) dengan melayani rute Kendari – Raha dan Raha – Kendari.
Owner PT Pelayaran Dharma Indah, Johny de Queljoe, menyampaikan kehadiran Express Cantika 07 ditujukan untuk mempercepat akses transportasi laut antara Kota Kendari dan Kabupaten Muna. Ia menyebut kapal tersebut mampu memangkas waktu pelayaran dibandingkan armada sebelumnya.
“Kami janjikan waktu tempuh yang jauh lebih singkat, kalau selama ini mungkin tiga jam, Express Cantika 07 sekitar 2,5 jam saja,” ujar Johny.
Menurutnya, pada tahap awal operasional, Express Cantika 07 dijadwalkan berlayar satu kali dalam sehari. Keberangkatan dari Pelabuhan Raha menuju Kota Kendari dilakukan pada pukul 09.00 Wita, sementara pelayaran balik dari Kota Kendari ke Raha dijadwalkan pukul 13.00 Wita. Kapal cepat ini memiliki kapasitas total 388 kursi yang terbagi dalam dua kelas layanan.
“Untuk kursi eksekutif ada 270 seat dan VIP 188 seat,” kata Johny.
Ia menambahkan, tarif penumpang dipatok Rp160 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp260 ribu untuk kelas VIP.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari, Capt. Raman, menilai durasi pelayaran selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat pengguna jasa transportasi laut. Dengan beroperasinya Express Cantika 07, persoalan tersebut dinilai dapat teratasi.
“Waktu tempuh ini memang menjadi salah satu keluhan penumpang. Dengan hadirnya kapal ini, keluhan tersebut bisa terjawab,” ucap Capt. Raman.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan disiplin dan budaya keselamatan dalam aktivitas pelayaran di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyebut penambahan armada kapal cepat berpotensi mendorong pergerakan ekonomi antardaerah. Namun demikian, ia mengingatkan agar faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kita berharap keselamatan penumpang lebih dari segalanya,” tutur Hugua.





