Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Final Sepak Bola Tarkam di Muna Ricuh, Pemain dan Suporter Baku Hantam

Final Sepak Bola Tarkam di Muna Ricuh, Pemain dan Suporter Baku Hantam
Partai final sepak bola tarkam di Lapangan Laskar Napabalano, Jalan Usaha Tani, Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna ricuh. Foto: Istimewa. (21/9/2025).

Muna – Pertandingan final sepak bola antar-kampung (tarkam) di Lapangan Laskar Napabalano, Jalan Usaha Tani, Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) ricuh, Minggu (21/9/2025) sore. Para pemain dan suporter baku hantam dalam lapangan tersebut.

Pertandingan dalam rangka HUT ke-80 RI itu mempertemukan antara tim ABCD FC dan Papando FC. Berdasarkan video beredar, tampak para pemain saling pukul dan tendang di dalam lapangan. Kemudian puluhan suporter ikut masuk ke dalam dan melakukan pemukulan.

Warga sekaligus penonton sepak bola berinisial LK mengungkapkan peristiwa itu dipicu karena salah satu tim bermain cukup kasar. Dalam pertandingan itu, tim Papando FC mulai memasukkan bola ke gawang ABCD FC. Membuat tensi permainan tinggi.

“Di situ permainan panas, bunyi-bunyi kaki di lapangan. Main sikut mi dan lain sebagainya,” ungkap LK saat dikonfirmasi Kendariinfo, Selasa (23/9).

Ia mengatakan Papando FC sempat meminta pertandingan untuk tidak dilanjutkan dengan alasan permainan cukup panas. Namun beberapa pejabat pemerintahan membujuk agar pertandingan dilanjutkan.

“Kalau tidak salah itu pertandingan babak kedua mulai berjalan, tetapi panas. Nah langsung terjadilah itu (baku hantam) di dalam lapangan,” ungkap dia.

Saat itu, skor dimenangkan oleh Papando FC dengan unggul 1-0 dari ABCD FC sebagai tuan rumah. Aksi tak terelakan, suporter mulai masuk ke dalam lapangan dan kembali terjadi saling hantam antara suporter dan pemain.

Wasit pertandingan pun menghentikan jalannya partai final tersebut. Wasit kemudian memutuskan untuk mendiskualifikasi kedua tim partai final itu.

“Posisi 1-0 dimenangkan oleh Papando FC, tetapi wasit menghentikan permainan karena sudah kacau. Jadi tidak ada juara 1 dan 2,” bebernya.

Bahkan, kapten dan pemain dari Papando FC harus dievakuasi polisi dari kawasan lapangan sepak bola. Mengingat, Papando FC tandang ke tuan rumah ABCD FC.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten