Forum Nasional BPK Sultra, Kemendikdasmen Bersama Edy Karno Kupas Strategi Pendidikan Lokal Menuju Global

Kendari – Sejumlah pejabat kementerian, akademisi, dan pemerintah daerah membahas strategi penguatan kompetensi guru dalam Forum Nasional di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (21/5/2026). Salah satu poin utama yang diangkat adalah penerapan pendekatan Competency-Based Education (CBE) untuk menjembatani pendidikan lokal dan tuntutan global.
Dalam forum tersebut, Akademisi sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. Edy Karno, berbicara tentang masa depan pendidikan Indonesia.
Tidak hanya memaparkan konsep pendidikan modern. Edy mengajak seluruh peserta melihat pentingnya menyiapkan guru Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan karakter dan nilai lokal.
Mengangkat tema “Kualitas Pendidikan Melalui PPG: Dari Lokal ke Global”, Edy menilai tantangan pendidikan saat ini berkembang sangat cepat seiring perubahan dunia. Karena itu, guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif dan adaptif.
“Guru juga dituntut mampu mendesain pembelajaran berbasis proyek, menerapkan asesmen autentik, dan memfasilitasi pembelajaran diferensiatif sesuai kebutuhan siswa,” kata Edy.
Ia menjelaskan, pendekatan CBE kini menjadi salah satu arah pendidikan dunia karena menitikberatkan pada penguasaan kompetensi nyata peserta didik. Melalui sistem itu, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, hingga problem solving atau memecahkan masalah.
Menurut Edy, transformasi pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas guru. Guru modern, kata dia, perlu terus belajar, membangun jejaring profesional, dan terbuka terhadap perkembangan teknologi serta perubahan global.
Diketahui, diskusi nasional tersebut turut menghadirkan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, Direktur Strategis dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Ardi Findyartini, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara.
Sementara itu, Kepala BPK Sultra, Dadek Nandemar, menegaskan kualitas guru menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang akuntabel dan berdaya saing global.
“Keberhasilan transformasi pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. Karena itu, penguatan kapasitas dan profesionalisme guru harus menjadi investasi utama pendidikan modern,” tegas Dadek.





