Gabungkan Konsep Islam dan Teknologi, Alhazen School Resmi Hadir di Kendari

Kendari – Sekolah berkonsep Islam dan teknologi yakni Alhazen School resmi membuka cabang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (29/10/2023). Sekolah ini beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.80 & 190, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari (satu gedung dengan Kreasi Komputer).
Sekolah yang berpusat di Jawa ini, membuka cabang pertama di Sulawesi yakni di Kota Kendari. Cabang Kota Kendari sendiri merupakan cabang ketiga.
Pimpinan Alhazen School Kendari, Elfi Sultriana Zahri mengatakan, sekolah ini memiliki tiga program utama yakni program after school (les), Alhazen Academy, dan Alhazen School.

Alhazen School sendiri setara dengan Sekolah Dasar (SD) dengan fokus pembelajaran pada teknologi dalam hal ini pelajaran seputar coding (bahasa pemrograman komputer).
“Kami punya beberapa keunggulan antara lain, ada empat kurikulum yang kami gunakan yakni kurikulum nasional (seperti sekolah pada umumnya), kurikulum nasional plus, kurikulum Islam, dan kurikulum teknologi,” katanya.
Elfi menjelaskan, kurikulum nasional plus pada implementasinya akan menyerap beberapa metode pembelajaran dari Cambridge University dalam hal penggunaan Bahasa Inggris.
“Nantinya, para alumni akan mendapatkan sertifikat kebahasaan setelah lulus dari program tersebut,” jelasnya.

Selain adaptasi metode pembelajaran Bahasa Inggris, sekolah ini juga mengadaptasi sistem pembelajaran matematika dari Singapura yang dianggap sangat baik untuk membangun logika berpikir anak didiknya nanti.
“Nantinya ilmu matematika tersebut akan sangat diperlukan untuk pembelajaran coding, karena kebanyakan bahasa pemrograman ini berkaitan dengan matematika dan gerbang logika,” tambahnya.
Saat ini Alhazen School Kendari sedang membuka pendaftaran untuk para siswa baru yang ingin menambah ilmu pendidikan di dunia teknologi dan Islam.
“Kami sudah punya siswa, tetapi kami masih sangat terbuka untuk peserta baru. Caranya tinggal datang saja ke sini. Kami pun menerima untuk siswa yang ingin les IT,” katanya.
Sekolah ini menggunakan tiga bahasa dalam proses ajar mengajarnya yakni Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Arab. Selain itu, sistem penilaian dan lain-lain sudah dimodernisasi dengan menggunakan dashboard (tidak catat manual lagi).
Sementara itu, Kurikulum Develop Alhazen Pusat, Syifa Aulia Hakim menyampaikan, sekolah ini hadir dengan jargon sekolah IT Jago Coding dengan semangat islami.
“Jadi nantinya anak-anak yang belajar di sini, sudah pasti akan melek terhadap teknologi, dan tentunya tetap mengedepankan nilai-nilai islami,” katanya.
Syifa menilai, Alhazen School cabang Kendari ini merupakan salah satu cabang terjauh, tetapi antusiasme masyarakat terhadap hadirnya sekolah ini justru sangat tinggi.
“Yang aku lihat antusias masyarakat sangat tinggi, hal ini menjadi indikasi yang sangat positif terhadap kehadiran kami,” pungkasnya.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!





