Halalbihalal Warga Muna di Kendari, 650 Haroa Khas Daerah Disajikan

Kendari – Ribuan masyarakat Kabupaten Muna di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar halalbihalal di Lapangan Benubenua, Sabtu (20/4/2024) siang. Dalam tradisi itu, setidaknya ada 650 haroa (hidangan makanan) khas daerah disiapkan.
Hadir dalam kegiatan keagamaan itu para tokoh-tokoh masyarakat Muna. Tak hanya itu, tokoh-tokoh kelembagaan adat di Sultra pun ikut hadir. Satu di antaranya Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra, Masyhur Masie Abunawas.
Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, mengaku bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi para tokoh pemuda, perempuan, agama, hingga politik di Sultra bisa hadir dan berkumpul di depan ribuan masyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, halalbihalal merupakan satu tradisi yang dilakukan oleh umat Islam khususnya di Indonesia setelah perayaan Idulfitri untuk menyempurnakan kemenangan dan kesucian yang diraih,” kata Yusup saat memberikan sambutan.
Yusup mengatakan momentum halalbihalal tersebut merupakan kekuatan penting untuk saling maaf-memaafkan. Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua di Lapangan Benubenua untuk saling memaafkan atas segala khilaf yang pernah diperbuat.
Dengan saling bermaafan itu juga, Yusup berharap agar sinergi antara pihak yang terjadi dalam kegiatan mampu membangun Kendari menjadi lebih baik. Ia juga berharap halalbihalal itu menjadi awal baik dalam melakukan aktivitas usai melaksanakan Ramadan satu bulan penuh.
“Halalbihalal kali ini juga menjadi awal yang baik dalam memulai berbagai aktivitas yang baik ke depannya, mengobarkan semangat kebersamaan dan mengukuhkan kembali jalinan silaturahmi,” ungkapnya.
Usai melaksanakan rangkaian halalbihalal, tiba waktunya makanan khas daerah Kabupaten Muna yang disiapkan menjadi santapan makan bagi seluruh masyarakat di kegiatan tersebut.





