Harta Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Bertambah Rp49,4 Miliar dalam 9 Bulan
Kendari – Harta kekayaan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tercatat bertambah Rp49.409.776.178 dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Sultra.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan mantan Pangdam XIV/Hasanuddin itu meningkat dari Rp598.087.872.000 pada laporan periodik 28 Maret 2025 menjadi Rp647.497.648.178 pada laporan periodik 31 Desember 2025. Kenaikan tersebut setara 8,26 persen.
Kenaikan terbesar berasal dari komponen kas dan setara kas. Nilainya meningkat dari Rp327.868.872.000 menjadi Rp369.016.648.178 atau bertambah Rp41.147.776.178.
Selain itu, nilai aset tanah dan bangunan juga naik dari Rp95.442.000.000 menjadi Rp101.910.000.000 atau bertambah Rp6.468.000.000.
Dalam laporan tersebut juga tercantum penambahan sejumlah aset tanah, di antaranya sebidang lahan seluas 55.139 meter persegi di Kota Kendari senilai Rp10 miliar. Selain itu, terdapat penambahan tiga bidang tanah di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dengan luas masing-masing 15.012 meter persegi senilai Rp4 miliar, 10.801 meter persegi senilai Rp4,32 miliar, dan 995 meter persegi senilai Rp398 juta.
Lahan seluas 55.139 meter persegi di Kota Kendari itu diduga berada di kawasan Jalan Malaka, Kelurahan Anduonohu. Lokasi tersebut belakangan menjadi sorotan karena diduga merupakan kawasan mangrove yang dibabat untuk pembangunan rumah pribadi.
Dalam salah satu kesempatan, ASR menyatakan tidak menerima gaji, tunjangan, maupun uang operasional sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Sultra pada 20 Februari 2025. Menurutnya, seluruh hak keuangan tersebut dihibahkan untuk membantu siswa dan mahasiswa kurang mampu melalui program beasiswa.
“Sejak dilantik, saya dan istri berkomitmen untuk mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian tersebut adalah dengan menghibahkan gaji dan uang operasional kami guna membantu anak-anak agar tidak putus sekolah dan dapat melanjutkan pendidikannya,” ujar ASR, 31 Desember 2025 lalu.
