Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Didampingi Pulang, Gadis di Kendari Tiba-Tiba Ngaku ke Polisi Jadi Korban Pemerkosaan

0
0
Gadis berinisial NI (15), mengaku ke Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria berinisial A. Foto: Istimewa.

Kendari – NI, gadis 15 tahun di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaku menjadi korban pemerkosaan. Hal itu ia sampaikan kepada polisi saat berada di dalam kendaraan Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Jumat (18/9/2026) malam.

Pengakuan itu ia sampaikan saat dirinya dibawa petugas dari kawasan Batbat yang berada di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.

Awalnya, seorang pria berinisial A, mendatangi petugas yang sedang berpatroli dan mengatakan sedang mencari NI, yang diakuinya sebagai anaknya.

Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, kemudian mengerahkan anggotanya untuk mencari NI usai menerima aduan tersebut.

“Awalnya itu laki-laki datangi kita katanya dia datang itu cari anaknya. Mengaku anaknya, dia bawa motornya dari jam 8 sampai jam setengah 11 belum balik,” ujar Boy Sagita kepada media, Sabtu (19/9) malam.

Dalam proses pencarian itu, NI akhirnya ditemukan di Batbat Kendari. Namun, ada sesuatu yang janggal. “Anggota cari dan menemukannya di kawasan Batbat. Ini anaknya kenalan dengan laki-laki di dalam. Ini yang bertato ini (A), kayak dia emosi. Setelah kita interogasi saya tanya sama ini yang tato, ternyata ini bukan anaknya,” jelasnya.

NI juga turut diinterogasi dan mengakui bahwa pria tersebut bukanlah ayahnya. A hanyalah seorang pria yang kerap datang ke tempat tinggalnya.

Mendapati pengakuan itu, petugas kemudian segera membawa NI menggunakan kendaraan patroli menuju rumahnya karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Namun, ketika berada di dalam mobil, petugas dibuat terkejut oleh pengakuan NI. Gadis tersebut mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh A. Bukan sekali, melainkan berkali-kali.

Dalam pengakuan itu, kata Boy, NI juga mengaku diancam ketika tidak menuruti kemauan A. “Di dalam mobil, ini anak langsung dia beritahu kami pengakuan mengejutkan,” bebernya.

Petugas kemudian menggali kesaksian NI lebih dalam dan menemukan informasi bahwa terdapat dua pria lain yang juga turut melakukan aksi bejat kepada NI.

Pengakuan itu pun mengubah seluruh alur kejadian. Dari informasi NI, A disebut menuju rumah korban. Petugas lalu melakukan pengejaran. Sayangnya, A berhasil meloloskan diri dengan cara lari ke arah gang-gang.

Keluarga NI sebenarnya telah memiliki kecurigaan terhadap A. Namun, kecurigaan tersebut dihalangi bukti yang tidak kuat serta NI yang enggan bercerita karena ketakutan.

Boy akhirnya mendampingi keluarga korban untuk membuat laporan resmi ke Polresta Kendari.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: