Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Ikut Pernikahan Massal di Pesantren, Pasutri asal Kolut Dikaruniai 16 Anak dan 1 Cucu

Ikut Pernikahan Massal di Pesantren, Pasutri asal Kolut Dikaruniai 16 Anak dan 1 Cucu
Keluarga besar Kamaruddin Djiwa dan Najrah. Istimewa.

Kolaka Utara – Pasangan suami istri (pasutri) bernama Kamaruddin Djiwa (56) dan Najrah Rasyid (48), warga asal Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) dikaruniai 16 orang anak setelah menikah pada 5 Januari 1996 atau 26 tahun silam.

Kisah pasutri ini ramai menjadi bahan perbincangan publik. Selain karena keduanya adalah alumni pesantren, Kamaruddin Djiwa dan Najrah ternyata pertama kali bertemu saat mereka mengikuti pernikahan massal di Pesantren Darul Istiqamah tahun 1996.

Melalui sambungan telepon, Kamaruddin Djiwa mengatakan, lahir pada tahun 1966 di Kabupaten Pankep, Sulawesi Selatan (Sulsel), sedangkan istrinya lahir di Kabupaten Maros, Sulsel pada tahun 1974.

Kamaruddin Djiwa dan Najrah Rasyid.
Kamaruddin Djiwa dan Najrah Rasyid. Istimewa.

Menurutnya, Pesantren Darul Istiqamah menjadi saksi ketika keduanya mulai membangun bahtera rumah tangga.

“Kita ketemu di situ karena ada pernikahan massal sebanyak 21 orang. Kebetulan saya dan istri saya juga mendaftar saat itu. Kriteria calon istri yang saya cari sudah disampaikan ke pembina masing-masing,” kata Kamaruddin kepada Kendariinfo, Rabu (9/3/2022).

Uniknya, saat mencari sosok istri, Kamaruddin blak-blakan dalam mencari wanita yang siap mendampingi hidupnya serta melahirkan banyak anak. Walhasil, Najrah lah yang setuju, keduanya memulai lembaran baru di pesantren tersebut.

Di daerah itu, mereka melahirkan dua orang putri yakni Nurfaaiqah (1996) dan Dhiyaa Fakhria (1998), keduanya lahir di RSUD Pankep, Sulsel.

Baca Juga:  Uang Rp15 Juta di Kolaka Dimakan Rayap, Bank Ganti Rp900 Ribu

Pada tahun 1999, mereka pindah di Kolaka Utara (Kolut). Kamaruddin mendaftar sebagai guru dan lulus di tahun 2000. Dia menjadi salah satu guru SDN 1 Katoi, dan ditempatkan di daerah terpencil di Lasusua, daerah gunung.

Di sana, mereka melahirkan anak ketiga, laki-laki bernama Muhammad Mufassir (1999). Disusul tiga putrinya yakni Rizky Amaliah (2000), Sitti Atiyya (2002), dan Ainul Mardhiyah (2003).

Setahun kemudian, mereka kembali melahirkan seorang putra bernama Abdullah Azzam (2004). Menjelang dua tahun berikutnya, pasangan ini melahirkan dua orang anak bernama Abdurrahman An Nawawi (2006), dan Abdurrahim As Sayuti (2007).

Sempat jeda dua tahun, di tahun 2009 mereka kembali dikaruniai seorang anak bernama Khalisatul Fikriah. Kemudian, lahir seorang pria bernama Muhammad Ainur Rafiq (2010), dan Fakhrul Islam (2011).

Di tahun 2012, pasangan ini kembali dikaruniai seorang anak bernama Rifyatul Aziza, disusul tiga anak terakhirnya bernama Nazirah Syauqiyatul Jannah (2013), Auliyaa Rahman (2014), dan Zayyan Aqif Rahmani (2015).

“Total keseluruhan ada 16 orang,” ujarnya.

Kamaruddin mengaku ingin menambah anak lagi. Tetapi, untuk saat ini mereka memilih berhenti sejenak.

“Anak itu karunia Allah, selagi kita mampu dan sanggup, kita harus bisa menjaga mereka,” bebernya.

Dia menambahkan, hal terpenting dalam merawat ke 16 anaknya adalah menanamkam nilai-nilai agama. Olehnya itu, anak-anak tersebut disekolahkan di pesantren dan fokus belajar agama.

Keluarga besar Kamaruddin Djiwa dan Najrah.
Keluarga besar Kamaruddin Djiwa dan Najrah. Istimewa.

“Alhamdulillah karena mereka sekolah di pondok, tidak ada yang keras kepala. Semuanya menurut dan yang kakak berusaha mengurus adik-adiknya dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral Kisah Pernikahan Wanita asal Kendari, Rumah Tangga Hancur karena Teman Sendiri

Saat ini, kondisi ke 16 orang anaknya dalam keadaan sehat. Tetapi, empat orang anaknya tak tinggal bersamanya sebab sedang menempuh pendidikan. Sedangkan satu orang telah menikah dan tinggal bersama suaminya.

“Komunikasi lewat HP saja sebagian. Kalau mau kumpul semua nanti lebaran atau momen-momen tertentu,” paparnya.

Lanjutnya, kehadiran delapan pasang putra-putrinya ini adalah anugerah dari Sang Khalik. Apalagi, telah hadir cucu pertama dari anak keduanya.

Sejauh ini, semua urusan termasuk pendidikan anak-anaknya berjalan lancar. Dia hanya berharap, mereka bisa diberikan kesehatan dalam menjalani kehidupan.

Berikut rincian terpisah 16 anak pasutri Kamaruddin Djiwa dan Najrah:

  1. Nurfaaiqah (12-10-1996)
  2. Dhiyaa Fakhria (26 -2-1998)
  3. Muhammad Mufassir (20-4-1999)
  4. Rizky Amaliah (16-10-2000)
  5. Sitti Atiyya (28-2-2002)
  6. Ainul Mardhiyah (26-6-2003)
  7. Abdullah Azzam (25-12-2004)
  8. Abdurrahman An Nawawi (13-6-2006)
  9. Abdurrahim As Sayuti (16-9-2007)
  10. Khalisatul Fikriah (3-1-2009)
  11. Muhammad Ainur Rafiq (9-3-2010)
  12. Fakhrul Islam (16-6-2011)
  13. Rifyatul Azizah (1-6-2012)
  14. Nazirah Syauqiyatul Jannah (29-7-2013)
  15. Auliyaa Rahman (1-10-2014)
  16. Zayyan Aqif Rahmani (29-12-2015)
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten