Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Jelang Iduladha 1447 Hijriah, Pedagang Kambing Kurban di Kendari Sebut Penjualan Lesu

Jelang Iduladha 1447 Hijriah, Pedagang Kambing Kurban di Kendari Sebut Penjualan Lesu
Kambing kurban yang berada di Jaya Kambing, di Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (25/5/2026).

Kendari – Pedagang kambing kurban di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan lesunya penjualan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dibandingkan momentum Iduladha tahun lalu.

Owner Jaya Kambing, Ardi (39), mengatakan antusias pembeli kambing kurban tahun ini belum seramai 2025. Padahal, Iduladha biasanya menjadi momentum meningkatnya transaksi kambing kurban di Kota Kendari.

Jaya Kambing sendiri merupakan lapak penjualan kambing musiman yang rutin beroperasi setiap menjelang Iduladha di Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.

“Kalau sekarang kurang. Tahun lalu stok sampai 300 lebih bahkan 400 ekor, sekarang paling sekitar 200-an,” kata Ardi saat dihubungi Kendariinfo, Senin (25/5/2026).

Ia menyebut, pada pekan-pekan awal penjualan menjelang Iduladha 1447 Hijriah, kambing yang terjual per hari hanya berkisar satu hingga dua ekor. Peningkatan pembelian baru mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.

“Baru dua hari ini naik, pernah sampai 10 sampai 20 ekor sehari,” ujarnya.

Saat ini, total kambing yang tersedia di lapaknya sekitar 250 ekor. Hewan kurban tersebut didatangkan dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga Konawe Selatan (Konsel).

Ardi menjelaskan kambing yang dijual rata-rata telah berusia minimal satu tahun agar memenuhi syarat kurban. Harga termurah dipatok mulai Rp2,5 juta, sedangkan ukuran terbesar mencapai lebih dari Rp6 juta per ekor.

Menurutnya, sebagian besar pembeli kini lebih memilih kambing dengan harga standar dibanding ukuran besar.

“Pembeli sekarang kebanyakan cari yang standar saja. Banyak yang bilang kondisi keuangan lagi susah,” lanjutnya.

Meski penjualan belum seramai tahun lalu, sekitar 180 ekor kambing disebut telah terjual. Sementara sisanya masih sekitar 50 ekor lebih.

Ia menilai perbedaan paling terasa terlihat pada waktu puncak pembelian menjelang Iduladha. Jika tahun lalu pembeli mulai ramai sejak sepekan sebelum hari raya, tahun ini lonjakan transaksi baru terjadi sekitar tiga hari terakhir.

“Kalau tahun lalu satu minggu sebelum lebaran sudah ramai. Sekarang baru mulai ramai beberapa hari ini,” ungkapnya.

Ardi menduga kondisi ekonomi masyarakat ikut memengaruhi daya beli warga pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, terutama untuk pembelian hewan kurban dengan harga tinggi.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten