Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Jembatan Bambu Viral di Poasia Ternyata Akses Kebun, Bukan Jalan Umum ke SMPN 20 Kendari

Jembatan Bambu Viral di Poasia Ternyata Akses Kebun, Bukan Jalan Umum ke SMPN 20 Kendari
Akses jembatan bambu menuju SMPN 20 Kendari yang ternyata bukan jalan utama. Foto: Istimewa. (17/9/2026).

Kendari – Jembatan bambu di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang viral karena disebut sebagai akses siswa menuju SMPN 20 Kendari ternyata merupakan akses kebun milik warga, bukan jalan umum atau akses utama menuju sekolah.

Pemerintah Kecamatan Poasia memastikan hal tersebut setelah meninjau langsung lokasi jembatan pada Kamis (17/9/2026).

Camat Poasia, Surianty mengatakan jembatan bambu tersebut dibangun oleh pemilik kebun untuk memudahkan akses menuju lahannya. Lokasinya berada di belakang kawasan sekolah sehingga jalur tersebut dapat menjadi jalan pintas.

Jalan utama menuju SMPN 20 Kendari.
Jalan utama menuju SMPN 20 Kendari. Foto: Kendarikota. (17/9/2026).

“Setelah kami cek di lapangan, jalan itu bukan jalan umum. Itu merupakan jalan kebun yang dibuat oleh pemilik kebun,” kata Surianty.

Lurah Wundumbatu, Jeriyanto juga membenarkan bahwa jalur tersebut bukan jalan lingkungan yang dibangun pemerintah.

“Iya, benar bukan jalan lingkungan, cuma jalan kompas di kebun,” ujarnya.

Ketua RT 29/RW 07 Kelurahan Wundumbatu, Arifuddin menambahkan jalur tersebut sejak awal digunakan warga untuk aktivitas berkebun. Jembatan bambu itu juga dibuat secara sederhana oleh warga yang membutuhkan akses untuk menyeberang.

Menurut Arifuddin, jembatan tersebut awalnya hanya menggunakan satu batang bambu. Warga kemudian menambahkan tiga batang bambu sehingga menjadi empat batang yang digunakan sebagai pijakan.

“Awalnya hanya satu bambu, akhirnya ditambah menjadi empat bambu agar bisa digunakan untuk menyeberang,” jelasnya.

Sebelumnya, jembatan bambu tersebut menjadi perhatian setelah video kondisinya beredar di media sosial. Dalam video yang dilihat Kendariinfo pada Selasa (15/9) malam, jembatan tampak berada di jalur tanah yang sempit dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar.

Jembatan tersebut berada di kawasan Kelurahan Wundumbatu dan menjadi jalur yang menghubungkan area Perumahan BTN Griya Zarindah 2 Poasia dengan lingkungan SMPN 20 Kendari di Kelurahan Anggoeya.

Sejumlah warga dan siswa memang menggunakan jalur tersebut karena jaraknya lebih dekat menuju sekolah dibandingkan akses utama. Kondisi jembatan yang terbuat dari bambu juga tampak sederhana dan tidak dilengkapi pegangan di kedua sisinya.

Novalruddin, orang tua siswa yang tinggal di perumahan tersebut, mengatakan dirinya termasuk warga yang menggunakan jalur tersebut saat mengantar dan menjemput anaknya.

“Saya warga BTN sekaligus orang tua siswa yang sering beraktivitas pergi dan pulang sekolah setiap hari,” kata Novalruddin, Selasa (15/9).

Ia menyebut pengguna jalur tersebut tidak hanya siswa SMPN 20 Kendari. Sejumlah warga dari luar kawasan perumahan juga kerap melintas melalui akses tersebut.

“Ada juga yang melewati jalur ini yang tinggal di luar Perumahan Griya Zarindah,” ujarnya.

Novalruddin mengatakan warga sebenarnya dapat menggunakan jalan utama untuk menuju sekolah. Namun, jarak yang lebih jauh membuat sebagian warga memilih jalur kebun tersebut sebagai jalan pintas.

“Ada jalan utama, cuma jauh dan harus pakai kendaraan motor,” katanya.

Jembatan Bambu Menuju SMPN 20 Kendari Tak Layak Dilalui, Pernah Sebabkan Siswa Jatuh

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten