Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Jual Mobil yang Sementara Dikredit, PT Adira Cabang Kendari Polisikan Nasabahnya

Jual Mobil yang Sementara Dikredit, PT Adira Cabang Kendari Polisikan Nasabahnya
Kepala Cabang Collection Adira Kendari, Sarif. Foto: Istimewa.

Kendari – PT Adira Dinamika Multifinance cabang Kendari melaporkan salah seorang nasabahnya berinisial DSW karena diduga menjual mobil yang sementara dikredit.

DSW dilapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 17 Mei 2022. Pelaporan itu tertuang dalam surat laporan polisi nomor: LP/B/236/V/2022/SPKT Polda Sultra.

Kepala Cabang Collection Adira Kendari, Sarif menuturkan, kasus penggelapan mobil bermula saat pihaknya memberi fasilitas pembiayaan satu unit mobil seharga Rp308.500.000, kepada terlapor (DSW). Penandatanganan kontrak dilakukan pada 30 Oktober 2021 dengan besaran cicilan per bulannya senilai Rp6,7 juta selama lima tahun. Namun, baru tiga bulan angsuran berjalan, tiba-tiba saja terlapor menunggak.

Adira Finance Collection Cabang Kendari.
Adira Finance Collection Cabang Kendari. Foto: Istimewa.

“Saat jatuh tempo dua bulan menunggak pembayaran, karyawan kami melakukan kunjungan penagihan di rumahnya. Saat penagihan itu diketahui unit mobil, objek jaminan kendaraan itu sudah tidak dikuasai,” tutur Sarif kepada awak media, Kamis (15/9/2022).

Sebelum membuat laporan ke polisi, PT Adira Dinamika Multifinance terlebih dahulu melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali, tetapi tidak mendapat respons dari terlapor. Bahkan, meski kontrak penarikan telah diterbitkan, DSW tetap tidak menggubrisnya.

“Saat kami orientasi, ternyata mobil dijual ke Surabaya, makanya kami buat laporan polisi karena pemindah alih (dijual) tanpa sepengetahuan kami dan itu melanggar hukum,” sambungnya.

Sarif mengungkapkan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari kepolisian terkait penetapan DWS sebagai tersangka yang tertuang dalam surat nomor: B/40a/VIII/2022/Ditreskrimus tertanggal 10 Agustus 2022.

Baca Juga:  Tersangka dan Barang Bukti Dugaan Tambang Ilegal di Kolut Dilimpahkan ke Jaksa

“Kami imbau kepada nasabah yang mengajukan kredit di pembiayaan, khususnya di Adira untuk tidak melakukan over alih atau dijual maupun digadai objek jaminan tanpa sepengetahuan pihak pembiayaan. Itu melanggar perjanjian kontrak dan melanggar aturan hukum yang berlaku. Jika tidak sanggup melanjutkan kredit, datang ke pembiayaan tersebut untuk meminta solusi,” ucap Sarif.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Bambang Wijanarko yang dikonfirmasi awak media menyampaikan, berkas perkara kasus tersebut telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

“Perkara sudah p-21. Insyaallah, minggu depan akan dilakukan pelimpahan berkas, tersangka dan barang bukti ke Kejati,” beber Bambang.

Atas perbuatannya, DSW dijerat dengan Pasal 36 jo Pasal 23 ayat (2) UU RI Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten